Jackie Chan: Dari Latihan Seni Bela Diri di Sekolah Drama hingga Produksi Drama China dan Perayaan Waisak di Hollywood
Berita Pilihan 24 Mei 2026 – Jackie Chan, ikon aksi internasional yang dikenal lewat akrobatik beladiri dan komedi fisik, ternyata memiliki latar belakang spiritual dan kreatif yang tak banyak diketahui publik. Ia dibesarkan dalam lingkungan Buddha, sebuah keyakinan yang menuntunnya sejak dini dalam menjalani latihan ekstrem di Sekolah Drama Peking, tempat ia mempelajari seni bela diri tradisional sekaligus teknik akting. Pengalaman tersebut tidak hanya membentuk gaya bertarungnya yang khas, tetapi juga menanamkan disiplin mental yang menjadi landasan kariernya selama lebih dari lima dekade.
Latihan di sekolah drama tersebut dikenal sangat keras; Chan harus menempuh sesi latihan fisik yang menantang, termasuk lompat tinggi, rotasi berulang, dan penggunaan senjata tradisional. Kombinasi antara filosofi Buddha yang menekankan kesadaran diri dan latihan fisik yang intens menghasilkan pendekatan unik dalam setiap adegan aksi yang ia lakukan. Hal ini menjelaskan mengapa adegan-adegan laga Jackie Chan selalu terasa organik, mengalir, dan penuh makna, bukan sekadar rangkaian stunt tanpa jiwa.
Pada tahun 2020, Jackie Chan melangkah ke ranah produksi televisi dengan menjadi produser eksekutif untuk drama China berjudul The Sleuth of Ming Dynasty. Serial ini mengangkat kisah detektif pada masa Dinasti Ming, menampilkan trio detektif yang memecahkan konspirasi politik dan kriminal. Peran Chan sebagai produser tidak hanya terbatas pada pendanaan; ia turut mengawasi koreografi aksi, memastikan setiap adegan pertarungan tetap autentik dan selaras dengan estetika sejarah. Kritikus memuji sinematografi aksi yang sinematik dan berkelas, menandai keberhasilan Chan dalam mentransfer keahliannya dari layar lebar ke layar kaca.
Keberhasilan drama tersebut menambah dimensi baru pada portofolio Jackie Chan, memperlihatkan kemampuan beliau dalam mengelola proyek berskala besar sekaligus memperkenalkan budaya Tiongkok kepada penonton internasional. Selain itu, drama ini juga menjadi bukti nyata komitmen Chan dalam mempromosikan warisan budaya Asia melalui medium modern.
Di luar dunia hiburan, Jackie Chan juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Pada perayaan Waisak tahun ini, sejumlah selebritas Hollywood yang beragama Buddha turut merayakan hari suci tersebut, termasuk Chan. Acara peringatan ini dihadiri oleh mantan istri Brad Pitt yang membesarkan anak-anaknya dengan ajaran Buddha, serta artis-artis lain yang jarang mengumumkan kepercayaan mereka secara publik. Berikut adalah daftar singkat selebritas yang diketahui merayakan Waisak bersama Chan:
- Angelina Jolie – aktivis kemanusiaan yang memeluk Buddha sejak 2000-an.
- Brad Pitt – meski tidak secara terbuka, diketahui memiliki ketertarikan pada ajaran Buddha.
- Gere – aktivis Tibet yang pernah bertemu Dalai Lama pada 1976.
- Bloom – mantan Kristen yang beralih ke Buddha setelah pindah ke Hollywood.
- Jackie Chan – membesarkan diri dalam tradisi Buddha dan sering menyebut nilai-nilai spiritual dalam wawancara.
Perayaan Waisak ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga memperlihatkan jaringan persahabatan antar selebritas yang berbagi nilai kebijaksanaan dan kedamaian. Jackie Chan, yang dikenal dengan aksi spektakuler di film, ternyata juga menempatkan kedamaian batin sebagai bagian penting dalam hidupnya, sejalan dengan ajaran Buddha tentang pengendalian diri dan empati.
Pengaruh Chan dalam industri hiburan dan budaya populer kini meluas ke beberapa bidang: ia tetap menjadi bintang laga yang tak tergantikan, produser yang mengangkat cerita-cerita bersejarah, serta figur publik yang menginspirasi banyak orang untuk mengeksplorasi spiritualitas. Keberagaman peran ini menjadikan Jackie Chan bukan sekadar aktor aksi, melainkan seorang duta budaya yang mampu menjembatani dunia seni, sejarah, dan spiritualitas.
Dengan latar belakang Buddha, dedikasi pada seni beladiri, dan kontribusi dalam produksi drama China, Jackie Chan terus menorehkan jejak yang mendalam di kancah internasional. Kehadirannya dalam perayaan Waisak menegaskan komitmen pribadi terhadap nilai-nilai kedamaian, sekaligus menginspirasi generasi baru untuk menggabungkan passion profesional dengan keseimbangan spiritual.