Berita Pilihan

Drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta: Bali United vs Bhayangkara Pecah Kontroversi dan Gol Spektakuler

admin ·
Drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta: Bali United vs Bhayangkara Pecah Kontroversi dan Gol Spektakuler

Berita Pilihan 20 Mei 2026 – Pertandingan Bali United vs Bhayangkara pada Minggu (17/5/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi sorotan utama setelah berakhir dengan skor 4-1 untuk tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya dipenuhi gol, melainkan juga insiden yang melibatkan suporter, kembang api, flare, serta ancaman denda ratusan juta rupiah dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sejak menit ke-70, atmosfer stadion semakin memanas. Belasan kembang api, petasan, dan flare dilemparkan ke lapangan, menimbulkan asap tebal yang mengganggu pandangan wasit. Insiden terjadi pada tambahan waktu babak kedua, memaksa wasit menghentikan sementara pertandingan. Pada saat yang sama, seorang kameramen yang berada di belakang gawang sisi utara terkena lemparan kembang api, mengakibatkan luka pada pelipis dan pendarahan. Kelompok suporter Northsideboys12 (NSB12) mengakui bahwa oknum di tribun utara yang bertanggung jawab, dan kemudian menawarkan santunan biaya pengobatan korban.

Baca juga:

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, segera turun ke tribun dan meminta suporter menghentikan aksi tersebut. “Saya sangat menghargai atmosfer stadion, namun demi keamanan semua pihak, saya meminta agar aksi kembang api dihentikan sementara,” ujarnya pada 19/5/2026. Jansen menambahkan bahwa dukungan suporter tetap penting, terutama mengingat laga ini merupakan pertandingan kandang terakhir musim ini.

Dari sisi teknis, penampilan striker Montenegro, Boris Kopitovic, menjadi sorotan. Kopitovic mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-22 dan menit ke-58, membantu Bali United memperbesar keunggulan. Gol pertama ia mengeksekusi dari dalam kotak penalti setelah umpan silang, sementara gol kedua merupakan tendangan jarak jauh yang melesat ke sudut atas gawang Bhayangkara. Penampilan gemilangnya menambah nilai positif di tengah kontroversi.

Selain Kopitovic, pemain lain juga berkontribusi. Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, menambah satu gol pada menit ke-34, sementara penyerang muda, I Nyoman, menutup skor pada menit ke-77 setelah serangan balik cepat. Di pihak Bhayangkara, satu-satunya gol tercipta melalui tendangan bebas dari gelandang mereka pada menit ke-45.

Baca juga:

Komdis PSSI kini tengah meninjau kasus ini. Berdasarkan insiden serupa yang menimpa Bali United pada Februari 2026 melawan Persija Jakarta, klub sebelumnya dijatuhi denda Rp 380 juta dan larangan penonton selama dua laga kandang. Saat ini, Komdis berpotensi menjatuhkan denda serupa atau bahkan lebih tinggi, mengingat skala kerusuhan yang terjadi.

  • Potensi denda: Rp 400‑500 juta
  • Larangan penonton: 1‑2 laga kandang
  • Peninjauan kembali prosedur keamanan stadion

Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, menyatakan klub masih menunggu keputusan resmi. “Kami belum menerima surat keputusan, namun kami siap mematuhi aturan yang ditetapkan,” kata Alexander dalam pernyataan singkat.

Insiden ini juga memicu diskusi luas di kalangan penggemar sepakbola Indonesia mengenai batas antara euforia dan keamanan. NSB12 menekankan pentingnya menjaga semangat tanpa menyakiti orang lain, sambil berjanji akan meningkatkan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pertandingan Bali United vs Bhayangkara mencerminkan dualitas sepakbola modern: kegembiraan kompetitif yang dipadukan dengan tantangan manajemen kerumunan. Meskipun Bali United meraih kemenangan besar, klub harus menghadapi konsekuensi administratif yang dapat memengaruhi performa mereka di sisa musim.

Ke depan, Bali United harus menyiapkan strategi untuk mengatasi kemungkinan sanksi sekaligus mempertahankan performa di lapangan. Bagi Bhayangkara, kegagalan defensif menjadi pelajaran penting menjelang sisa kompetisi Liga 1.