Perubahan Direksi Garuda Indonesia, Frans Dicky Tamara Jadi Direktur Baru
Berita Pilihan 15 Mei 2026 – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dalam agenda perubahan pengurus, pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, setelah sebelumnya menjabat Komisaris sejak Oktober 2025.
Di saat yang sama, Sugito Anjasmoro ditunjuk sebagai Komisaris, sementara Eksitarino Irianto diberhentikan dengan hormat dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. Frans Dicky Tamara lahir di Manado pada 16 Desember 1966. Dia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1987 dan melanjutkan pendidikan LLW di Universitas Boston melalui Morin Center Hukum Perbankan dan Keuangan pada 1991.
Sebelum bergabung dalam jajaran direksi Garuda Indonesia, Frans Dicky Tamara memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI). Pada 2023-2024, dia menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.
Sementara itu, PT Bank UOB Indonesia Tbk (BBIA) baru saja menyampaikan pengunduran diri salah satu jajaran direksinya. Dalam keterbukaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank UOB menginformasikan pengunduran diri Christina Teh Tan dari jabatannya sebagai Direktur Consumer Banking.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan bahwa perubahan susunan manajemen dilakukan untuk mendukung transformasi perusahaan. "Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turn around yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," kata Glenny.
Menurut Glenny, fokus utama Perseroan saat ini tetap diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.
Garuda Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan trafik penumpang sebesar 6,76% pada kuartal I 2026, dengan total 5,42 juta penumpang. Pertumbuhan ini turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87% menjadi 19.337 penerbangan.
Dalam kesimpulan, perubahan direksi Garuda Indonesia merupakan langkah strategis untuk mendukung transformasi perusahaan dan meningkatkan kinerja keuangan. Dengan pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, diharapkan Garuda Indonesia dapat memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing di industri penerbangan.