Pemerintah Siapkan Insentif Pembelian Kendaraan Listrik Berbasis Nikel
Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pembelian kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Nilai insentif yang digodok bahkan mencapai 40 persen hingga 100 persen.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut skema tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama kementerian terkait, khususnya Kementerian Perindustrian. Rencana pemerintah ini disambut positif oleh beberapa perusahaan otomotif, termasuk Hyundai dan BYD.
Hyundai Motor Group resmi memulai pembangunan pabrik Hyundai Energy Indonesia (HEI) di Cikarang yang fokus memproduksi baterai kendaraan listrik. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) dilatarbelakangi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
BYD Motor Indonesia juga menyambut positif rencana pemerintah tersebut. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan bahwa aturan yang dibuat oleh pemerintah memiliki tujuan yang positif dan akan menjadi booster adopsi EV di Indonesia.
Insentif yang disiapkan pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia, tidak hanya bagi Hyundai dan BYD, tetapi juga seluruh produsen otomotif yang bermain pada segmen EV.
Pemerintah memiliki rencana untuk memberikan insentif yang lebih besar untuk mobil listrik murni yang menggunakan bahan baku baterai nikel. Kondisi ini untuk memperkuat hilirisasi domestik. Kebijakan ini menekankan pada penggunaan nikel lokal sebagai bahan baku baterai.
Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia sehingga pemanfaatannya dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, kendaraan listrik berbasis baterai non-nikel tetap berpeluang memperoleh insentif dari pemerintah.
Kesimpulan, pemerintah siap untuk mengeluarkan kebijakan insentif untuk pembelian kendaraan listrik berbasis nikel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik dan memperkuat hilirisasi domestik.