Kericuhan Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC: PSSI Berharap Insiden Terakhir
Berita Pilihan 11 Mei 2026 – Pertandingan play-off Pegadaian Championship antara Persipura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, berakhir dengan kekalahan tuan rumah 0-1. Kekalahan ini menyulut emosi para suporter tuan rumah yang turun dari tribun stadion dan merangsek masuk ke dalam lapangan hingga memicu kericuhan yang menjalar di komplek Stadion Lukas Enembe.
Kericuhan pecah setelah persipura menderita kekalahan 0-1 dari Adhyaksa, yang membuat tuan rumah gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kekalahan itu menyulut emosi para suporter tuan rumah yang turun dari tribun stadion dan merangsek masuk ke dalam lapangan hingga memicu kericuhan yang menjalar di komplek Stadion Lukas Enembe.
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga berharap kericuhan suporter usai pertandingan play-off Pegadaian Championship antara Persipura melawan Adhyaksa FC Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, jadi yang terakhir. Arya Sinulingga menyatakan bahwa PSSI selalu himbau para suporter untuk menjaga dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan sepak bola Indonesia.
Manajer tim Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, mengatakan target utama saat ini adalah menyusun daftar pemain baru yang diharapkan sudah rampung pada awal Juni 2026. Owen juga mengungkapkan bahwa pembubaran skuad utama Persipura Jayapura dilakukan sebagai langkah untuk melakukan pembangunan ulang tim dengan fondasi yang lebih kokoh dalam menghadapi kompetisi Liga 2 musim mendatang.
PSSI menyatakan akan mengambil langkah tegas atas insiden tersebut, mengingat saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan ketat oleh FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 nyawa pada 1 Oktober 2022.
Dampak dari kerusuhan ini total sebanyak 25 kendaraan dibakar dan dirusak serta 27 kendaraan motor dinyatakan hilang. Polisi telah menangkap 14 orang yang diduga terkait dengan kerusuhan.
Kericuhan ini menjadi insiden terbaru dalam sepak bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan. PSSI berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan sepak bola Indonesia dapat kembali berjalan dengan aman dan damai.