Ahmad Dhani Bongkar Konflik Lama Maia Estianty: Tuduhan Perselingkuhan, Blacklist TV, dan Penolakan Keluarga Besar
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Jakarta, 6 Mei 2026 – Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap serangkaian tuduhan terkait mantan istrinya, Maia Estianty. Dalam serangkaian pernyataan yang disampaikan pada dua hari terakhir, Dhani menuding Maia terlibat perselingkuhan dengan seorang petinggi stasiun televisi swasta, mengklaim adanya blacklist terhadap Maia sejak 2007, serta menegaskan bahwa keluarga besar Dhani tidak lagi ingin bertemu Maia.
Pernyataan pertama muncul di sebuah konferensi pers di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, di mana Ahmad Dhani menyebutkan bahwa selama masa pernikahan mereka, hanya ada satu pria yang ia yakini memiliki hubungan khusus dengan Maia. Meskipun tidak menyebutkan nama secara eksplisit, Dhani memberikan petunjuk mengenai seorang petinggi TV swasta yang konon menjadi objek hubungan tersebut. Ia menambahkan bahwa bukti komunikasi berupa nomor telepon dan riwayat panggilan yang tidak wajar menjadi dasar tuduhan itu.
Selanjutnya, pada hari berikutnya, Dhani menuturkan bahwa Maia telah diblokir atau di‑blacklist oleh stasiun televisi tersebut sejak tahun 2007. Menurutnya, tindakan pemboikotan ini berawal dari kemarahan istri pemilik TV yang menilai Maia sebagai “pelakor”. Dhani menegaskan bahwa ia memiliki data yang menunjukkan intensitas komunikasi antara Maia dan petinggi TV itu melampaui batas profesional, bahkan menyebutnya “makan tiga kali sehari” dalam konteks frekuensi panggilan.
Di tengah tuduhan tersebut, sikap Maia Estianty justru tampak santai. Dalam unggahan Instagram pada 6 Mei 2026, Maia membagikan foto bersama suaminya, Irwan Mussry, saat menghadiri resepsi pernikahan putra mereka, El Rumi, dengan Syifa Hadju di Bali. Caption yang diposting Maia memuji suaminya dengan kata‑kata ringan, menimbulkan komentar netizen yang menyoroti ketenangan Maia di tengah kontroversi. Netizen pun menilai bahwa Maia memilih fokus pada kebahagiaan pribadi ketimbang terlibat dalam polemik.
Konflik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali memanas ketika Dhani menegaskan bahwa keluarga besar tidak lagi ingin berinteraksi dengan Maia. Dalam wawancara di Kemang, Jakarta Selatan, Dhani menjelaskan bahwa ibunya merasa tersinggung karena Maia tidak menyapa ibunya pada acara pernikahan anak mereka. Ia menambahkan, “Harus ada tepo seliro. Saya ketemu bapak ibunya Maia, saya cium tangannya, itu kan basic daripada adab.” Pernyataan ini menambah intensitas drama, mengingat tiga anak mereka masih menjadi ikatan keluarga.
- Ahmad Dhani menuduh perselingkuhan antara Maia dan petinggi TV swasta.
- Ia menyatakan adanya blacklist terhadap Maia sejak 2007.
- Maia tetap tenang, menonjolkan kebahagiaan keluarga bersama Irwan Mussry.
- Keluarga besar Dhani menolak pertemuan dengan Maia setelah insiden di pernikahan anak.
Para pengamat media menilai bahwa konflik ini tidak hanya bersifat pribadi, melainkan juga melibatkan industri hiburan Indonesia. Tuduhan mengenai blacklist dapat memengaruhi karier Maia di dunia televisi, sementara penolakan keluarga Dhani menambah dimensi emosional yang kuat. Sementara itu, publik tetap terpecah antara simpati kepada Maia yang memilih mengedepankan kebahagiaan keluarga, dan dukungan kepada Ahmad Dhani yang mengklaim memiliki bukti kuat.
Secara keseluruhan, drama ini menyoroti betapa rumitnya hubungan antara tokoh publik, media, dan keluarga. Ketegangan yang muncul bukan hanya soal perselingkuhan, melainkan juga soal adab, rasa hormat, dan kepentingan profesional dalam industri hiburan. Kedepannya, apakah akan ada klarifikasi resmi dari pihak Maia atau bukti lebih lanjut dari Ahmad Dhani, masih menjadi pertanyaan yang menanti jawaban.
Kesimpulannya, pernyataan Ahmad Dhani menambah lapisan baru dalam konflik lama dengan Maia Estianty, melibatkan tuduhan perselingkuhan, dugaan blacklist TV, dan penolakan keluarga. Reaksi Maia yang tetap tenang serta dukungan publik yang beragam memperlihatkan dinamika hubungan selebriti Indonesia yang terus menjadi sorotan media.