Widodo CP Puji Garudayaksa FC: Dari PSKC Cimahi ke Super League dalam Sekejap
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Jumat, 5 Mei 2026 – Setelah Garudayaksa FC memastikan tiket ke Super League 2026‑2027, kepala pelatih (CP) Widowo memberikan pernyataan yang menggugah semangat para suporter dan pelaku sepak bola tanah air. Dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Widowo menegaskan bahwa pencapaian klub bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari perencanaan jangka panjang, fondasi yang dibangun sejak era PSKC Cimahi, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
“Kami tidak datang sebagai tim ajaib yang muncul begitu saja,” ujar Widowo dengan tegas. “Garudayaksa FC telah melewati proses panjang, termasuk hampir terdegradasi ketika masih beroperasi sebagai PSKC Cimahi. Transformasi pada 2025, akuisisi, perubahan nama, dan relokasi ke Bogor menjadi titik balik yang memberi kami landasan kuat untuk bersaing di level tertinggi,” tambahnya.
Manajemen Garudayaksa FC, yang dipimpin oleh CEO Reza Anugrah dan COO Derry Hidayat, memang menekankan kesinambungan program meski identitas klub berubah. Derry menjelaskan bahwa hampir seluruh struktur manajemen tetap dipertahankan, sehingga pengetahuan tentang kompetisi Liga 2 tidak hilang. “Kami memanfaatkan fasilitas akademi yang sudah ada, memperkuat tim dengan pemain berpengalaman, serta merombak hampir 90 persen skuad demi menembus delapan besar pada musim sebelumnya,” kata Derry dalam sesi tanya‑jawab.
Berikut adalah beberapa faktor kunci yang disebutkan Widowo dan manajemen dalam menggapai promosi:
- Strategi jangka panjang: Rencana tiga tahun sejak akuisisi, meliputi peningkatan fasilitas latihan, pembangunan akademi junior, dan penataan struktur keuangan.
- Investasi infrastruktur: Penggunaan Stadion Pakansari sebagai home base, dengan standar internasional, memberikan keunggulan kompetitif.
- Pengalaman manajerial: Tim kepemimpinan yang pernah mengelola PSKC Cimahi memiliki pengetahuan mendalam tentang dinamika Liga 2.
- Rekrutmen selektif: Penambahan pemain yang memiliki pengalaman di Liga 1 dan luar negeri, serta penekanan pada pengembangan pemain muda.
Widowo juga menyoroti pentingnya dukungan komunitas Bogor. “Bupati Rudy Susmanto telah memberi restu penuh untuk kami tetap menggunakan Stadion Pakansari. Kami ingin menjadi kebanggaan Bogor dan sekaligus menambah prestise sepak bola Indonesia di kancah Super League,” katanya.
Keberhasilan Garudayaksa FC tidak lepas dari performa gemilang di Championship 2025‑2026. Tim menutup musim dengan 52 poin, mengalahkan Persikad Depok 3‑1 pada laga penentu promosi di Pakansari. Kemenangan tersebut menandai akhir perjalanan panjang yang dimulai saat klub masih berjuang melawan ancaman degradasi pada 2023.
Menatap musim depan, Widowo menegaskan target klub tidak hanya sekadar bertahan, melainkan berambisi menempati posisi menengah ke atas tabel Super League. “Kami akan memperkuat skuad, meningkatkan taktik, dan memastikan stabilitas keuangan. Jika semua elemen bekerja sinergis, tidak ada alasan kami tidak dapat bersaing dengan tim‑tim besar,” tutupnya dengan keyakinan.
Secara keseluruhan, pernyataan Widowo CP menegaskan bahwa promosi Garudayaksa FC ke Super League merupakan hasil kerja keras kolektif, bukan sekadar keberuntungan. Dengan dukungan manajemen, infrastruktur modern, dan semangat warga Bogor, klub ini siap menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.