Berita Pilihan

Maarten Paes Dikecam Tajam Usai Ajax Tahan Imbang PSV, Tekanan Kiper Timnas Indonesia Semakin Meningkat

admin ·
Maarten Paes Dikecam Tajam Usai Ajax Tahan Imbang PSV, Tekanan Kiper Timnas Indonesia Semakin Meningkat

Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Jumat (4 Mei 2026) malam WIB, Ajax Amsterdam kembali menjadi sorotan publik setelah menahan imbang 2-2 melawan PSV Eindhoven di Stadion Johan Cruyff Arena. Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi pusat kritik setelah dua gol kebobolan dalam 35 detik pertama dan menit ke-77. Penampilan tersebut menambah daftar catatan kurang memuaskan Paes bersama Ajax sejak bergabung pada Februari 2026.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada detik ke-35, PSV memanfaatkan operan lemparan Yarek Gasiorowski kepada Ricardo Pepi yang berhasil menyundul bola masuk ke gawang Ajax. Gol tersebut menandai kebobolan tercepat Paes dalam karier Eredivisie-nya. Ajax sempat menyamakan kedudukan lewat gol Anton Gaaei pada menit ke-11, hasil penyelesaian umpan Mika Godts, namun PSV kembali unggul lewat Myron Boadu di menit ke-77.

Baca juga:

Di fase tambahan waktu, Mika Godts menorehkan gol penyelamat Ajax, memastikan hasil akhir 2-2. Meskipun hasil imbang menjaga posisi Ajax di peringkat keempat klasemen dengan 55 poin, banyak pihak mempertanyakan kesiapan mental dan teknis Maarten Paes sebagai kiper utama klub Belanda.

Berbagai analis menyoroti statistik pertandingan yang kurang menguntungkan bagi Paes. Menurut data resmi Ajax, Paes mencatat 60 sentuhan, 13 kali recoveries, dan tidak ada penyelamatan penting. Tabel di bawah menampilkan ringkasan performa Paes dalam pertandingan melawan PSV:

Statistik Nilai
Sentuhan 60
Kebobolan 2
Penyelamatan 0
Recoveries 13

Kritik tajam datang dari mantan pemain Ajax, Kenneth Perez, yang menyatakan Paes belum mampu mengatasi tekanan di bawah mistar gawang. “Kiper itu tidak terlalu hebat,” kata Perez dalam program televisi lokal, menambahkan bahwa Paes terlihat tertekan setiap saat. Hugo Borst, analis ESPN Nederland, juga menilai Paes sering kehilangan bola tanpa alasan jelas, bahkan menyebutnya “sangat memalukan”.

Baca juga:

Sejak debutnya bersama Ajax pada Februari 2026, Paes telah menempuh sembilan penampilan, mencatat sembilan gol kebobolan dan empat clean sheet. Selain dua gol melawan PSV, ia juga kebobolan dua gol melawan Groningen (1-3) pada 7 Maret 2026 dan melawan Twente (1-2) pada 5 April 2026. Rekor ini menimbulkan perdebatan mengenai keputusan Ajax merekrut Paes sebagai kiper utama setelah cedera Vitezslav Jaros.

Di sisi lain, Paes tetap mendapat apresiasi dari PSSI Awards 2026, di mana ia dinobatkan sebagai kiper terbaik bersama Emil Audero yang meraih penyelamatan terbaik. Penghargaan ini didasarkan pada kontribusi Paes untuk Timnas Indonesia serta penampilan konsisten di beberapa laga Liga Belanda, meski masih menyisakan catatan yang perlu diperbaiki.

Ajax saat ini berada di posisi keempat klasemen Eredivisie, namun harus bersaing ketat dengan klub-klub besar untuk mengamankan tiket Liga Champions. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, Ajax memerlukan hasil positif untuk menembus posisi dua. Sementara itu, PSV telah memastikan gelar juara sejak pekan ke-29, sehingga tekanan pada Ajax semakin besar.

Baca juga:

Ke depan, Paes harus menunjukkan perbaikan signifikan, baik dalam pengambilan keputusan di dalam kotak maupun dalam komunikasi dengan lini pertahanan. Tim pelatih Ajax dikabarkan akan memberikan latihan khusus untuk meningkatkan konsistensi Paes, sementara mantan kiper Belanda menekankan pentingnya mental kuat dalam menghadapi tekanan tinggi.

Dengan sorotan media Belanda yang terus mengkritik, Maarten Paes berada pada titik krusial dalam kariernya. Bagaimana ia mengatasi kritik ini dan mengembalikan kepercayaan pendukung akan menjadi cerita menarik menjelang sisa musim Eredivisie 2025/2026.