Anna Wintour Gagal Bujuk Kate Middleton ke Met Gala 2026, Obsesinya Terungkap dan Dampaknya pada Dunia Mode
Berita Pilihan 06 Mei 2026 – Anna Wintour, pemimpin redaksi Vogue Amerika yang dikenal sebagai otak di balik Met Gala, kembali menjadi sorotan publik setelah usahanya mengundang Kate Middleton ke acara mode terbesar dunia tahun 2026 berujung pada penolakan tegas. Sumber internal yang dekat dengan tim Wintour mengungkap bahwa editor legendaris ini telah menaruh harapan tinggi pada sang putri Wales, bahkan menghubungi Raja Charles dan Ratu Camilla untuk menyampaikan permohonan secara pribadi. Namun, Kate menolak dengan alasan prinsip dan keengganan menjadi sorotan publik yang berlebihan.
Obsesinya terhadap kehadiran Kate bukanlah hal baru. Pada tahun 2025, Wintour sempat mengajukan undangan serupa, yang hanya mendapat gelengan kepala dari putri Wales. Menurut seorang kolumnis gosip, “Kate adalah satu-satunya selebriti yang diinginkan Anna tetapi tidak bisa didapatkan.” Wintour menilai kehadiran Kate sebagai “hadiah utama” yang dapat mencuri perhatian di karpet merah, mengingat kesuksesan penampilan Putri Diana pada Met Gala 1996 yang masih menjadi referensi klasik dalam sejarah mode.
Sementara itu, hubungan Wintour dengan anggota kerajaan lain juga pernah mengalami pasang surut. Pada 2019, Anna Wintour secara terbuka menyebut Meghan Markle sebagai tamu impiannya, namun kolaborasi Meghan dengan British Vogue sebagai editor tamu memicu ketegangan antara keduanya. Perselisihan ini berujung pada keputusan mengecualikan Meghan dari Met Gala tahun ini, menandai perubahan sikap yang signifikan dari editor tersebut.
Di balik drama undangan, Met Gala 2026 tetap dipenuhi oleh kehadiran selebriti papan atas, terutama dari Australia. Nicole Kidman, Hugh Jackman, Troye Sivan, dan Margot Robbie menapaki karpet merah dengan tema “Fashion adalah Seni”. Kehadiran mereka menegaskan bahwa acara tersebut tetap menjadi panggung utama bagi para ikon mode, meskipun tawaran kepada anggota kerajaan belum berhasil.
Tak hanya fokus pada tamu kerajaan, artikel terbaru juga menyoroti kehidupan pribadi Anna Wintour melalui putrinya, Bee Shaffer. Bee, yang lahir pada Juli 1987 di Hammersmith, London, pernah menapaki karier akting sebelum beralih menjadi produser. Dalam sebuah wawancara dengan Teen Vogue, Bee menggambarkan ibunya sebagai sosok yang sangat tepat waktu, efisien, dan penuh humor, meski memiliki reputasi yang kadang dianggap tak terjangkau. Bee turut hadir di Met Gala 2026 bersama suaminya, menambah dimensi pribadi pada sorotan publik terhadap keluarga Wintour.
Penolakan Kate Middleton menimbulkan pertanyaan tentang peran monarki dalam acara hiburan komersial. Sumber yang dekat dengan putri Wales menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata soal jadwal, melainkan tentang menjaga integritas pribadi dan menghindari komersialisasi diri sebagai “hadiah utama” malam itu. Kate menyatakan, “Saya tidak akan menjadikan diri saya atau Diana sebagai momen Met Gala,” menegaskan batas antara kehidupan publik dan pribadi.
Meski usulan Wintour tidak berhasil, obsesinya tetap menjadi bahan perbincangan di kalangan industri mode. Para desainer dan sponsor menilai bahwa kehadiran seorang anggota keluarga kerajaan dapat meningkatkan eksposur global acara, namun keputusan akhir tetap berada di tangan tamu yang bersangkutan. Ke depan, Wintour diperkirakan akan tetap mengejar nama-nama bergengsi untuk mengisi karpet merah, sambil terus menyeimbangkan antara eksklusivitas dan inklusivitas dalam dunia mode yang terus berubah.