Berita Pilihan

Sassuolo Tundukkan AC Milan 2-0, Gol Awal Berardi, Kartu Merah Tomori, dan Cedera Idzes Jadi Sorotan Utama

admin ·
Sassuolo Tundukkan AC Milan 2-0, Gol Awal Berardi, Kartu Merah Tomori, dan Cedera Idzes Jadi Sorotan Utama

Berita Pilihan 04 Mei 2026 – Sassuolo menorehkan kemenangan penting atas AC Milan dengan skor 2-0 pada pekan ke-35 Liga Italia 2025-2026. Laga yang berlangsung di Mapei Stadium, Reggio Emilia, menyuguhkan serangan cepat tuan rumah, dua gol krusial, serta insiden dramatis yang melibatkan pemain kunci dari kedua tim.

Gol pertama tercipta hanya lima menit setelah peluit pembuka. Setelah Kristian Thorstvedt berhasil merebut bola di wilayah pertahanan Milan, ia melepaskan umpan terarah ke sisi kanan dimana Armand Laurienté menyalurkan assist matang. Domenico Berardi, yang berada dalam posisi bebas, melepaskan tembakan melengkung yang tak dapat dijangkau Mike Maignan, sehingga Sassuolo unggul 1-0. Gol awal ini langsung memaksa Milan untuk menyesuaikan taktik, namun mereka masih belum menemukan celah.

Baca juga:

Pada menit ke-24, pertarungan fisik di area tengah lapangan memuncak. Fikayo Tomori, bek andalan Milan, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Armand Laurienté. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, memaksa Milan bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari satu jam. Keputusan tersebut menggoyahkan struktur pertahanan Milan dan memberi ruang lebih bagi Sassuolo untuk menekan.

Masalah lain menimpa Milan ketika pada menit ke-40, Jay Idzes, bek asal Indonesia yang menjadi starter bagi Sassuolo, harus ditarik keluar karena masalah kebugaran. Pelatih Fabio Grosso menggantikan Idzes dengan Woyo Coulibaly. Laporan medis menyebut bahwa Idzes mengalami cedera ringan yang mengharuskan ia meninggalkan lapangan lebih awal. Kepergian Idzes menambah beban pada lini belakang Sassuolo, namun mereka berhasil menyesuaikan formasi secara cepat.

Setelah jeda istirahat, Sassuolo kembali menunjukkan dominasinya. Pada menit ke-47, Armand Laurienté yang sebelumnya memberikan assist, menyelesaikan peluang lewat tembakan tajam di sudut kiri kotak penalti, menambah keunggulan menjadi 2-0. Gol kedua ini menegaskan keefektifan serangan cepat Sassuolo serta kemampuan pemain sayap dalam menciptakan peluang berbahaya.

Baca juga:

Statistik pertandingan menggambarkan dominasi Sassuolo. Tim tuan rumah menguasai bola sebesar 58% dibandingkan 42% untuk Milan. Expected goals (xG) tercatat 1.57 untuk Sassuolo dan hanya 0.27 untuk Milan. Total tembakan mencapai 13 kali untuk Sassuolo, sementara Milan hanya mencatat tujuh tembakan, tanpa satu pun big chance yang berhasil mengancam gawang Stefano Turati.

Di sisi lain, AC Milan berjuang keras meski berada dalam kondisi kurang menguntungkan. Tanpa Tomori, lini belakang Milan harus beradaptasi secara cepat. Meskipun mereka menekan di beberapa kesempatan, serangan Milan masih belum menemukan ritme yang cukup untuk menembus pertahanan Sassuolo yang kini lebih rapat. Kapten Mike Maignan sempat berusaha memotivasi rekan-rekannya untuk mendekat ke tribun suporter, namun sorakan ejekan dari pendukung mereka sendiri membuat upaya tersebut terhenti.

Kemenangan ini mengangkat Sassuolo ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 49 poin setelah 35 laga. Sementara itu, AC Milan tetap berada di posisi tiga dengan 67 poin, namun jarak mereka dengan pemuncak klasemen semakin melebar. Pada pekan berikutnya, Sassuolo dijadwalkan melawat ke markas Torino, sedangkan Milan harus menjamu Atalanta, sebuah pertandingan yang diyakini akan menjadi ujian penting bagi harapan mereka kembali ke puncak klasemen.

Baca juga:

Reaksi suporter juga menjadi bagian tak terpisahkan dari drama ini. Setelah kekalahan, sebagian suporter Rossoneri melontarkan ejekan keras kepada para pemain, menambah tekanan psikologis pada skuad Milan. Sementara pendukung Sassuolo merayakan kemenangan dengan sorakan riang, menyoroti peran penting Berardi dan Laurienté yang menjadi penentu hasil akhir.

Kejadian cedera Idzes menarik perhatian khusus, mengingat perannya sebagai bek internasional Indonesia yang sedang meniti karier di Serie A. Meskipun ia hanya bermain selama 40 menit, penampilannya tetap menjadi sorotan bagi para pecinta sepak bola Tanah Air, mengingat jadwal uji coba internasional Timnas Indonesia yang akan datang pada jeda FIFA Matchday Juni 2026.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kembali kemampuan Sassuolo dalam mengelola peluang dan menahan tekanan dari tim-tim besar. Bagi AC Milan, kekalahan ini menjadi peringatan penting untuk memperbaiki konsistensi lini belakang serta mengoptimalkan serangan ketika bermain dengan satu pemain lebih sedikit.