Berita Pilihan

Al Ettifaq Menatap Top‑Six Liga Saudi: Kebangkitan Pemain Lokal dan Tantangan Manajer Baru

admin ·
Al Ettifaq Menatap Top‑Six Liga Saudi: Kebangkitan Pemain Lokal dan Tantangan Manajer Baru

Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Musim 2025‑2026 Liga Saudi Pro League semakin menegangkan menjelang empat putaran terakhir. Di antara kontestan yang masih berjuang merebut posisi enam besar, Al Ettifaq menunjukkan tanda‑tanda kebangkitan berkat kombinasi performa pemain lokal dan bintang asing.

Pada pekan ke‑30, Al Ettifaq berhasil mengamankan kemenangan 3‑1 atas Al Okhdood di Al Okhdood Stadium. Gol pembuka datang dari striker muda yang menegaskan ambisi klub untuk melaju ke putaran akhir kompetisi dan mengincar tempat di ajang kompetisi kontinental. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga menegaskan bahwa tim masih hidup dalam perburuan top‑six meski persaingan semakin ketat.

Baca juga:

Keberhasilan terbaru tersebut didukung oleh aksi gemilang pemain lokal. Saad Al Shehri, yang kini mengemban peran sebagai asisten pelatih di bangku dugout, terus memperkuat reputasinya setelah musim lalu menampilkan penampilan impresif. Sementara itu, winger muda Khalid Al Ghannam menjadi sorotan utama. Pada fase ini, Al Ghannam mencatat 11 gol dan lima assist, menjadikannya kontributor serangan terbanyak kedua setelah kapten tim, Georginio Wijnaldum. Statistik tersebut menempatkan Al Ghannam di atas rata‑rata kontribusi gol yang ia hasilkan selama lima musim terakhir.

Di sisi lain, kehadiran pemain asing memberikan dorongan tambahan. Julian Quinones, penyerang asal Meksiko, terus mendekati angka 30 gol di musim ini. Dengan 28 gol pada kompetisi 2025‑2026, ia berada di posisi terdepan klasemen pencetak gol, bersaing ketat dengan Ivan Toney. Quinones menambah koleksi golnya dengan brace melawan Al Riyadh, memperkuat peluangnya menjadi salah satu dari tiga pemain yang pernah mencetak 30 gol atau lebih dalam satu musim Liga Saudi, setelah Abderrazak Hamdallah dan Cristiano Ronaldo.

Namun, di balik pencapaian di lapangan, klub juga menghadapi dinamika kepelatihan yang menarik perhatian. Setelah penurunan hasil pada musim sebelumnya, mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, menjadi nama yang sering disebut dalam spekulasi manajer baru. Gerrard pernah memimpin Al‑Ettifaq pada periode singkat dengan tingkat kemenangan hanya 35 persen, jauh di bawah catatan suksesnya bersama Rangers (65 persen). Meskipun hasil tersebut kurang memuaskan, pengalaman Gerrard di Liga Saudi tetap menjadi bahan diskusi, terutama mengingat rumor bahwa klub Burnley di Inggris sedang mengincar beliau untuk memimpin tim mereka kembali ke Premier League. Jika Gerrard kembali ke dunia Arab, ia akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan Al Ettifaq dan mengubah statistik buruknya menjadi cerita kebangkitan.

Baca juga:

Berikut rangkuman statistik kunci Al Ettifaq hingga pekan ke‑30:

  • Posisi klasemen: 7 (satu poin di atas zona degradasi, tiga poin di belakang posisi keenam)
  • Poin total: 45
  • Gol: 56 (gol terbanyak oleh Julian Quinones – 28 gol)
  • Assist terbanyak: Georginio Wijnaldum – 9 assist
  • Kontributor lokal teratas: Khalid Al Ghannam – 11 gol, 5 assist

Persaingan untuk tempat enam masih terbuka lebar. Al Hilal, pemimpin klasemen, masih memiliki selisih delapan poin namun harus bersaing dengan tim‑tim yang memiliki jadwal lebih mudah di sisa pertandingan. Al Nassr, yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo, masih berada di posisi kedua dengan selisih tiga poin. Di sisi lain, Al Ahli yang baru saja kehilangan peluang gelar tetap berada di peringkat tiga, tetapi terjauh dari zona juara.

Dengan empat pertandingan tersisa, Al Ettifaq harus mengoptimalkan setiap kesempatan. Keberhasilan dalam laga berikutnya dapat menentukan apakah klub melaju ke kompetisi AFC Champions League atau terpaksa berjuang untuk mempertahankan posisi menengah. Fokus pada konsistensi serangan, khususnya melalui Quinones dan Al Ghannam, serta perbaikan taktik di bawah arahan manajer baru, menjadi kunci utama.

Baca juga:

Kesimpulannya, Al Ettifaq berada di persimpangan penting musim ini. Dukungan pemain lokal yang semakin matang, ditambah kemampuan pencetak gol asing, memberi harapan baru bagi tim untuk menembus top‑six. Namun, stabilitas kepelatihan dan keputusan strategis selanjutnya akan sangat menentukan nasib klub di sisa kompetisi.