Serangan Geng Motor Makassar Pakai Airsoft Gun, Polisi Selidiki dan Buru Pelaku
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Polisi Makassar tengah mengusut kasus penyerangan sebuah warung di Jalan Langgau, Kecamatan Bontoala, yang dilakukan oleh sekitar dua puluh anggota geng motor. Insiden yang terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WITA itu melibatkan dugaan penggunaan senjata jenis airsoft gun, sebuah replika senjata yang menyerupai pistol nyata namun menembakkan peluru plastik.
Menurut Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abubakar, tim Satreskrim Polrestabes Makassar telah memeriksa rekaman CCTV serta video yang beredar di media sosial. “Kalau dilihat dari video ada yang bawa senjata Airsoftgun tetapi kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan,” ujar Aris kepada wartawan. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meski mengakibatkan kerusakan pada sejumlah sepeda motor yang diparkir di sekitar warung.
Rangkaian peristiwa dimulai ketika geng motor tersebut berencana melintas melalui kawasan Tammajene, Kecamatan Panakkukang. Namun, ketika melewati Jalan Langgau mereka melihat adanya warung yang ramai, lalu memutuskan untuk berhenti dan melakukan perusakan. Anggota geng yang mengenakan kaos hitam serta kacamata tampak menendang motor-motor yang terparkir hingga jatuh, serta mengangkat senjata yang diduga airsoft gun.
Video yang terekam menunjukkan satu orang anggota geng dengan pistol berwarna hitam, yang kemudian diidentifikasi sebagai airsoft gun. Meskipun tampak menyerupai senjata api asli, airsoft gun biasanya memiliki laras pendek dan memuat peluru plastik berdiameter 6 mm. Penggunaan senjata semacam ini dalam kerusuhan publik menambah kekhawatiran warga akan potensi eskalasi kekerasan, terutama bila senjata tersebut disalahgunakan untuk menakuti atau memicu konflik.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan. Tim Satreskrim berkoordinasi dengan unit Kriminal Polsek Bontoala untuk melacak identitas para pelaku melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi. “Kami sudah melakukan penelusuran jejak, termasuk memeriksa kendaraan yang terlibat dan mencari saksi yang berada di sekitar saat kejadian,” kata Andi Aris.
Sejumlah warga sekitar menanggapi peristiwa ini dengan rasa tidak aman. “Kami merasa khawatir kalau geng motor kembali muncul, apalagi mereka membawa senjata semacam itu,” ujar salah satu pemilik warung yang menjadi korban. Warga berharap polisi dapat segera menindak tegas para pelaku, serta meningkatkan patroli di area rawan gangguan.
Kasus ini menambah deretan insiden terkait geng motor di Makassar dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa aksi sebelumnya melibatkan perkelahian, kerusakan properti, dan intimidasi terhadap remaja yang berkumpul di pantai atau area publik. Pihak kepolisian telah meningkatkan operasi khusus untuk menumpas jaringan geng motor, termasuk melakukan razia terhadap tempat-tempat yang diduga menjadi markas atau tempat pertemuan mereka.
Selain penegakan hukum, otoritas setempat juga berupaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya penggunaan airsoft gun secara ilegal. Meskipun di Indonesia peredaran airsoft gun diatur, penggunaan di ruang publik tanpa izin dapat dianggap melanggar Undang-Undang Kepemilikan Senjata Api dan Peraturan Pemerintah tentang keamanan publik.
Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, terutama bila terlihat individu yang membawa senjata tiruan atau berpotensi menimbulkan kerusuhan. “Kami mengajak warga untuk bekerjasama dalam menjaga keamanan lingkungan, sehingga aksi-aksi seperti ini tidak terulang lagi,” tutup Kapolsek Bontoala.