Liga Mesir Dibekukan: Dampak Tragedi Port Said dan Masa Depan Mohamed Salah di Kancah Internasional
Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Keputusan Persatuan Sepak Bola Mesir (EFA) untuk membekukan Liga Mesir musim 2012-2013 menandai babak gelap dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Langkah itu diambil setelah kerusuhan mematikan di Port Said pada Februari 2012 menewaskan puluhan pendukung dan mengungkap kegagalan aparat keamanan dalam menjamin keselamatan penonton.
Insiden Port Said bermula ketika ribuan suporter klub Al Masry menyerbu lapangan, menyerang pemain, ofisial, serta pendukung Al Ahly yang tengah berada di stadion. Bentrokan brutal itu menewaskan 74 orang, termasuk 16 korban tewas dalam beberapa hari berikutnya. Sebuah komisi penyelidikan menemukan bahwa sembilan anggota polisi terlibat dalam tindakan kekerasan, namun belum ada kejelasan pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab.
Akibat tragedi itu, EFA mengumumkan penghentian sementara kompetisi 2010-2011 dan menunda peluncuran kembali liga pada September 2012. Penolakan keras datang dari ultras Al Ahly yang menuntut penyelesaian proses peradilan sebelum kompetisi dilanjutkan. Mereka bahkan menyerbu kantor pusat EFA menuntut keadilan bagi korban Port Said.
Keputusan pembekuan liga berdampak luas pada dua klub terbesar di Mesir, Al Ahly dan Zamalek. Kedua rival klasik tersebut terpaksa memainkan beberapa laga penting tanpa penonton, termasuk semifinal Liga Champions Afrika antara Al Ahly dan Sunshine Stars yang digelar tertutup pada Oktober 2012. Penurunan pendapatan tiket serta ketidakpastian jadwal menambah beban keuangan klub-klub domestik.
Di tengah krisis ini, nama Mohamed Salah muncul sebagai cahaya harapan bagi sepak bola Mesir. Bintang Liverpool yang lahir di Nagrig, Mesir, telah menjadi ikon internasional sejak menorehkan gol demi gol di Liga Premier Inggris. Meski berkarier di Eropa, perkembangan karirnya tetap menjadi sorotan utama bagi penggemar Liga Mesir.
Salah kini berada di ambang keputusan penting. Setelah kontraknya dengan Liverpool berakhir pada musim panas 2026, spekulasi transfer mengalir deras. Laporan dari A Spor menyebut Fenerbahçe Turki menempatkan diri di barisan terdepan untuk merekrutnya, menawarkan gaji sekitar £333.000 per minggu. Sementara itu, tawaran menggiurkan dari Liga Pro Arab Saudi juga muncul, namun menurut pernyataan agen Salah, pilihan ke Liga Arab Saudi tidak sedang dipertimbangkan.
Direktur timnas Mesir, Ibrahim Hassan, menegaskan pentingnya Salah tetap bermain di level tertinggi Eropa menjelang Piala Dunia 2026. Ia menyebut tawaran dari Paris Saint‑Germain, Bayern Munich, serta klub Italia sebagai opsi yang lebih sesuai dengan ambisi pemain. “Secara pribadi, saya lebih suka dia tetap di Eropa,” kata Hassan, menambah tekanan pada keputusan akhir sang bintang.
Berikut rangkuman kronologis penting yang memengaruhi Liga Mesir dan karier Salah:
- Februari 2012 – Tragedi Port Said menewaskan 74 orang.
- April 2012 – EFA membekukan Liga Mesir musim 2012-2013.
- Oktober 2012 – Al Ahly bermain di semifinal Liga Champions Afrika tanpa penonton.
- 2026 – Mohamed Salah dipastikan kembali ke Liverpool sebelum laga terakhir musim ini setelah cedera otot ringan.
- 2026 – Fenerbahçe, PSG, Bayern Munich, dan klub Saudi menunjukkan minat pada Salah.
Ketegangan antara keamanan stadion dan aspirasi klub domestik menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Liga Mesir. Jika otoritas dapat memperbaiki standar keamanan dan memberikan kepastian hukum, liga berpotensi bangkit kembali, mengembalikan rivalitas klasik Al Ahly vs Zamalek yang selalu menjadi magnet penonton.
Sementara itu, keputusan Mohamed Salah akan menjadi cermin kebanggaan nasional. Kepindahan ke klub Eropa top dapat meningkatkan citra sepak bola Mesir di mata dunia, sementara kepindahan ke liga Arab Saudi dipandang sebagai langkah mundur dalam kompetisi tingkat tinggi. Penggemar menantikan pengumuman resmi dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan, Liga Mesir masih berjuang mengatasi luka lama, sementara bintang internasional Mohamed Salah berada pada persimpangan karier yang dapat menentukan arah sepak bola Mesir pada dekade mendatang.