Berita Pilihan

Jumhur Hidayat Dilantik Menteri Lingkungan Hidup, Janji Atur Sampah dan Batasi Eksploitasi Alam

admin ·
Jumhur Hidayat Dilantik Menteri Lingkungan Hidup, Janji Atur Sampah dan Batasi Eksploitasi Alam

Berita Pilihan 30 April 2026 – Presiden Prabowo Subianto melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada Senin 27 April 2026. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden, menteri-menteri lainnya, serta perwakilan Kadin (Kamar Dagang dan Industri). Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang kini ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Setelah pelantikan, serah terima jabatan (sertijab) resmi dilakukan pada Rabu 29 April 2026 di gedung Kementerian Lingkungan Hidup, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam prosesi tersebut, Hanif Faisol menyerahkan buku tugas, dokumen kebijakan, serta laporan program yang belum selesai. Hanif mengakui masih terdapat sejumlah proyek yang tertunda, terutama pada bidang pengelolaan limbah dan rehabilitasi kawasan tambang. Ia meminta maaf atas kekurangan selama menjabat dan berharap kepemimpinan baru akan membawa semangat inovasi.

Baca juga:

Jumhur Hidayat menyampaikan visi dan prioritasnya dalam pidato singkat. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. “Saya sepintas mempelajari Prabowonomics, eksploitasi sumber daya alam tidak boleh melebihi batas yang seharusnya. Semua kegiatan ekstraktif harus patuh pada aturan yang ada,” ujarnya.

Program utama yang dijanjikan meliputi:

Baca juga:
  • Penanganan sampah secara terpadu dalam jangka dua hingga tiga tahun ke depan. Jumhur menargetkan agar seluruh wilayah perkotaan memiliki sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.
  • Penerapan batasan eksploitasi sumber daya alam, khususnya pada sektor pertambangan dan kehutanan, dengan mekanisme kontrol yang lebih ketat.
  • Pengembangan kebijakan hijau lintas kementerian, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Energi, Kementerian Perhubungan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kadin menyambut positif penunjukan Jumhur Hidayat. Perwakilan Kadin menilai profilnya yang kuat di bidang industri dan kepedulian lingkungan menjadikan ia sosok yang tepat untuk mengatasi tantangan ekologis sekaligus mendukung iklim investasi. Mereka berharap kebijakan yang diusung akan menciptakan peluang bisnis baru dalam bidang teknologi bersih.

Sementara itu, beberapa analis politik menilai penunjukan ini sebagai sinyal perubahan arah kebijakan lingkungan pemerintah. Mereka mencatat bahwa penempatan mantan menteri pertanian sebagai Wamenko Pangan menandakan fokus lebih pada ketahanan pangan, sementara Jumhur diharapkan memperkuat agenda hijau. Kritik juga muncul terkait kemampuan Jumhur mengatasi isu sampah yang telah menumpuk di sejumlah kota besar.

Baca juga:

Jumhur menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa kementerian akan meluncurkan platform digital pemantauan sampah, melibatkan sektor swasta, komunitas, dan lembaga akademik. Ia menambahkan, “Jika tidak ada kepentingan lain selain memastikan sampah dikelola dengan baik demi kepentingan rakyat, maka target dua hingga tiga tahun sangat realistis.”

Dalam tiga bulan pertama kepemimpinannya, Jumhur berencana menggelar forum nasional tentang ekonomi sirkular, mengadakan kunjungan lapangan ke daerah rawan pencemaran, serta menyiapkan draft regulasi baru mengenai pengelolaan limbah industri. Ia menutup pidatonya dengan harapan dapat menumbuhkan semangat baru, kreasi- kreasi baru, serta menghasilkan kebijakan yang dapat menyejahterakan rakyat sekaligus melindungi alam.