Strategi Cerdik Bernardo Tavares Bawa Persebaya Hancurkan Arema FC 4-0 di Bali
Berita Pilihan 29 April 2026 – Persebaya Surabaya menorehkan kemenangan spektakuler melawan Arema FC dengan skor 4-0 pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026) menjadi sorotan utama karena taktik brilian yang diterapkan oleh pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Strategi yang dirancang Tavares berhasil mengubah dinamika laga setelah babak pertama yang lambat dan panas, sehingga Persebaya mampu menguasai alur permainan dan mencetak empat gol tanpa balas.
Babak pertama berlangsung datar. Kedua tim tampak kesulitan menciptakan peluang, terutama karena suhu tinggi mengurangi intensitas gerakan pemain. Tavares mengakui kondisi tersebut dalam konferensi pers singkatnya, “Babak pertama terlalu panas, kedua tim kesulitan. Kami memiliki beberapa peluang tetapi tidak menembak ke gawang seperti yang seharusnya.” Tanpa menurunkan semangat, ia memanfaatkan jeda istirahat untuk melakukan koreksi taktis tanpa bola, menekankan pergerakan cepat dan penempatan pemain di zona serang yang lebih optimal.
Perubahan itu langsung terlihat pada menit ke-50 babak kedua. Francisco Rivera, yang menjadi bintang lapangan, mencetak gol pertama lewat serangan balik cepat setelah Persebaya menekan lini belakang Arema. Gol tersebut menjadi pemicu kepercayaan diri, dan dalam hitungan menit berikutnya, Rivera menambah satu gol lagi (brace) pada menit ke-82, sekaligus memberikan satu assist. Dua gol sisanya dicetak oleh Jefferson Silva (menit 76) dan Alfredo Tata (menit 86), masing-masing memanfaatkan celah pertahanan Arema yang mulai terlepas setelah kelelahan.
Berikut rangkaian gol yang dicetak Persebaya:
- 49′: Francisco Rivera (gol pertama)
- 76′: Jefferson Silva (gol kedua)
- 82′: Francisco Rivera (gol ketiga, brace)
- 86′: Alfredo Tata (gol keempat)
Selain gol, Persebaya juga hampir menambah angka lewat penalti yang dieksekusi Bruno Moreira, namun diselamatkan oleh Lucas Frigeri. Kesempatan tersebut menunjukkan agresivitas serangan balik yang menjadi ciri khas Tavares, terutama dalam memanfaatkan kelengahan pertahanan Arema yang terlalu fokus menyerang.
Setelah pertandingan, Tavares menegaskan pentingnya kerja keras tim dalam mengimplementasikan koreksi taktis. “Kami mencetak gol pertama dan setelah itu kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol kedua, ketiga, dan keempat. Tidak mudah menembus pertahanan Arema, tapi kami berhasil memberikan solusi di babak kedua,” ujarnya. Ia menambahkan rasa terima kasih kepada suporter Bonek yang tetap memberikan dukungan walau berada jauh dari Surabaya.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya sejak 2019, menjadikannya 12 pertandingan tanpa kekalahan melawan Arema. Dengan tiga kemenangan dan satu hasil seri dalam 12 pertemuan terakhir, Persebaya kini berada di posisi keempat klasemen sementara dengan 48 poin, menutup jarak dengan tiga tim teratas. Selanjutnya, tim asuhan Tavares dijadwalkan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (2/5/2026).
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran penting pemain kunci seperti Francisco Rivera yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berkontribusi dalam proses build‑up. Jefferson Silva dan Alfredo Tata menambah dimensi serangan balik cepat, sementara lini pertahanan yang dipimpin oleh kapten tim tetap solid meski tertekan pada babak pertama.
Secara keseluruhan, strategi Bernardo Tavares menonjolkan fleksibilitas taktik, pemanfaatan kondisi lapangan, dan kemampuan mengubah momentum pertandingan. Persebaya Surabaya kini memiliki contoh konkrit bagaimana penyesuaian taktis di sela pertandingan dapat menghasilkan hasil maksimal, sekaligus menegaskan dominasinya dalam persaingan BRI Super League musim ini.