Kenaikan Harga BBM Pertamina April 2026: Apa Penyebabnya dan Dampaknya bagi Konsumen
Berita Pilihan 27 April 2026 – Pada 27 April 2026, Pertamina resmi menaikkan harga beberapa varian BBM nonsubsidi sebagai respons lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan di Selat Hormuz. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara jenis lain tetap stabil.
Berikut rincian lengkap harga BBM Pertamina per 27 April 2026:
| Jenis BBM | Harga (Rp/liter) |
|---|---|
| Solar Subsidi (CN 48) | 6.800 |
| Pertalite (RON 90) | 10.000 |
| Pertamax (RON 92) | 12.300 |
| Pertamax Green (RON 95) | 12.900 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 19.400 |
| Dexlite (CN 51) | 23.600 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 23.900 |
Kenaikan harga Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter serta Dexlite dan Pertamina Dex yang masing‑masing naik lebih dari Rp9.000 menandakan tekanan biaya impor minyak yang semakin tinggi. Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian ini bersifat sementara dan dipengaruhi oleh volatilitas pasar global, terutama setelah konflik Amerika Serikat‑Israel dengan Iran memperburuk situasi di Selat Hormuz.
Para analis ekonomi memperingatkan bahwa jika ketegangan geopolitik berlanjut, konsumen dapat menghadapi beban tambahan pada transportasi dan logistik. Di sisi lain, peningkatan harga BBM subsidi tetap dijaga pada level Rp6.800 per liter untuk mengurangi beban rumah tangga berpenghasilan rendah.
Secara keseluruhan, perubahan harga BBM Pertamina mencerminkan dinamika pasar energi internasional yang tidak dapat dihindari. Konsumen diharapkan menyesuaikan anggaran bahan bakar mereka dan memantau kebijakan pemerintah selanjutnya.