Drama Final AFC Champions League 2026: Al-Ahli Raih Trofi Kedua di Jeddah dengan Gol Penentu Ivan Toney
Berita Pilihan 28 April 2026 – Jeddah menjadi saksi pertandingan paling menegangkan dalam sejarah AFC Champions League 2026 ketika Al-Ahli menaklukkan Machida Zelvia dalam perpanjangan waktu. Laga final yang berlangsung di Stadion King Abdullah menampilkan aksi keras, dua kartu merah, dan gol penentu pada menit keenam extra time yang mengukir kembali nama striker asal Inggris, Ivan Toney, dalam daftar pahlawan klub.
Sejak babak penyisihan grup, Al-Ahli menunjukkan dominasi dengan taktik menyerang yang dipimpin oleh pelatih asal Spanyol. Keberhasilan mereka dalam mengalahkan tim-tim kuat dari Korea Selatan dan Uni Emirat Arab menegaskan niat mereka untuk mempertahankan gelar. Di sisi lain, Machida Zelvia, tim debutan asal Jepang, mengandalkan kecepatan sayap dan kombinasi umpan pendek yang berhasil mengantarkan mereka ke final, mengalahkan klub-klub Jepang tradisional.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Kedua tim bermain dengan agresif, menimbulkan 15 tendangan ke gawang dalam 30 menit pertama. Namun, ketegangan meningkat ketika pemain Al-Ahli, Zakaria Hawsawi, ditendang keras oleh Tete Yangi dan langsung menerima kartu merah pada menit ke-32. Tim asuhannya terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam, menambah beban fisik dan taktis.
Pada babak kedua, Machida Zelvia mengambil inisiatif, menciptakan dua peluang emas, namun kiper Al-Ahli, Firas Al-Burikan, melakukan penyelamatan krusial. Ketegangan kembali memuncak menjelang akhir waktu normal ketika pengganti Al-Ahli, Mohammed Abdulrahman, mendapatkan kartu merah kedua setelah melakukan pelanggaran keras di kotak penalti. Dengan dua pemain keluar, Al-Ahli harus bertahan dengan sembilan pemain, sebuah situasi yang hampir tidak pernah terjadi dalam final kompetisi tingkat kontinen.
Meski berada dalam posisi terdesak, Al-Ahli tidak menyerah. Ivan Toney, yang masuk sebagai starter dan diganti pada menit-menit akhir, tetap menjadi sosok inspiratif. Pada menit keenam perpanjangan waktu, bek tengah Al-Ahli, Franck Kessie, melakukan serangan balik cepat yang berakhir pada tendangan keras Firas Al-Burikan. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan, mengakhiri pertandingan dengan skor 1-0.
Keberhasilan Al-Ahli tidak hanya menambah koleksi trofi klub, tetapi juga menorehkan sejarah sebagai tim pertama sejak Al-Ittihad (2005) yang berhasil mempertahankan gelar AFC Champions League. Bagi Ivan Toney, trofi ini menjadi yang ketiga di Arab Saudi, setelah meraih gelar AFC musim lalu dan Piala Super Arab Saudi 2025. Toney mengungkapkan kebahagiaannya di media sosial dengan menyebut “Dazzzzz itttt 2x Back2back,” menegaskan keinginannya untuk terus bersinar di kancah Asia.
Riyad Mahrez, pemain berpengalaman yang pernah menjuarai Liga Champions UEFA bersama Manchester City, memuji semangat juang rekan-rekannya. “Ini luar biasa,” kata Mahrez dalam wawancara pasca pertandingan. “Bermain 10 melawan 11 hampir mustahil, namun kami tetap bersatu dan berjuang lebih keras hingga mencetak gol.”
Berikut ini ringkasan statistik penting akhir pertandingan:
- Skor akhir: Al-Ahli 1-0 Machida Zelvia
- Gol: Firas Al-Burikan (menit 96)
- Kartu merah: Zakaria Hawsawi (menit 32), Mohammed Abdulrahman (menit 90+2)
- Penguasaan bola: Al-Ahli 54%, Machida Zelvia 46%
- Tembakan ke gawang: Al-Ahli 9, Machida Zelvia 7
Dengan gelar ini, Al-Ahli kini menatap kompetisi regional selanjutnya, termasuk Piala Super Asia dan persiapan liga domestik 2026/2027. Sementara itu, Ivan Toney mengindikasikan keinginannya untuk kembali ke Liga Premier atau bergabung dengan skuad nasional Inggris di Piala Dunia 2026, mengingat performanya yang mengesankan di Asia.
Kesimpulannya, final AFC Champions League 2026 menunjukkan betapa kompetisi sepak bola Asia kini mampu menghasilkan drama yang setara dengan turnamen Eropa, menampilkan ketangguhan, taktik cerdas, serta pemain bintang internasional yang berkontribusi besar bagi klub mereka.