Kontroversi Jenderal Makeup dalam Drama China ‘Pursuit of Jade’ Pecah di Media Sosial
Berita Pilihan 27 April 2026 – Drama serial China berjudul Pursuit of Jade kembali menjadi sorotan publik setelah penampilan seorang jenderal dengan riasan mencolok, atau yang kini dijuluki “jenderal makeup”. Karakter tersebut diperankan oleh aktor Zhang Linghe dan muncul dalam episode yang ditayangkan pada 8 April 2026. Penampilan visual yang menampilkan kulit mulus dan riasan tebal di medan pertempuran memicu perdebatan sengit di kalangan netizen, kritikus, serta media yang berafiliasi dengan militer China.
Kritik pertama datang dari platform media sosial di China, di mana pengguna menyindir bahwa sang jenderal tampak seperti baru selesai memakai makeup jam empat pagi untuk bertempur dua jam kemudian. Banyak komentar menilai gambar tersebut tidak realistis dan mengaburkan citra prajurit yang seharusnya keras, berani, serta berpenampilan alami di medan perang.
Media resmi yang berhubungan dengan Angkatan Darat China menanggapi dengan menilai bahwa representasi tersebut “jauh dari semangat sejati seorang prajurit”. Mereka menekankan bahwa drama seharusnya tidak “melembutkan” sosok jenderal, melainkan menggambarkan nilai-nilai tradisional militer yang menekankan kekuatan, disiplin, dan ketangguhan.
Di sisi lain, para penggemar Zhang Linghe membela pilihan artistik tersebut. Mereka berargumen bahwa penggunaan makeup merupakan bagian dari kebebasan kreatif dalam produksi televisi modern, serta menambah dimensi estetika pada karakter yang biasanya digambarkan monoton. Sebagian juga menilai bahwa penampilan tersebut mencerminkan tren kecantikan yang semakin meluas di kalangan pria, termasuk dalam dunia militer fiksi.
Statistik penayangan menunjukkan bahwa Pursuit of Jade tetap populer meski kontroversi. Hingga awal April 2026, total tayangan telah melampaui 3,6 miliar kali, menjadikannya salah satu serial dengan rating tertinggi pada platform streaming domestik. Angka ini menunjukkan adanya ketertarikan kuat penonton terhadap alur cerita dan visual yang memukau, meskipun nilai historis dan militer dipertanyakan.
Polemik ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah China yang sejak 2021 mengeluarkan pedoman mengenai citra pria di industri hiburan. Pedoman tersebut menolak penampilan yang terlalu feminin atau mengaburkan nilai maskulinitas tradisional. Pada awal April 2026, regulator media kembali menegaskan pentingnya produksi konten yang menonjolkan nilai budaya “China” serta menolak elemen yang dianggap tidak sesuai dengan standar moral negara.
Berikut rangkuman reaksi utama:
- Netizen: Sindiran tajam tentang keaslian penampilan jenderal di medan perang.
- Media Militer: Menyebut gambaran tersebut sebagai penyimpangan sejarah.
- Penggemar Zhang Linghe: Membela kebebasan artistik dan estetika visual.
- Regulator Media: Mengingatkan kembali pada pedoman 2021 tentang maskulinitas.
Kontroversi ini menyoroti benturan antara tren industri hiburan global yang semakin mengadopsi estetika modern dengan kebijakan nasional yang menekankan nilai tradisional. Diskusi tentang apa yang dianggap “maskulinitas” di layar lebar kini menjadi bagian penting dalam perdebatan budaya, terutama ketika citra prajurit dipertanyakan oleh publik.
Ke depannya, produsen drama di China diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menyeimbangkan kreativitas visual dengan regulasi pemerintah. Sementara itu, penonton terus menantikan bagaimana serial-seri berikutnya akan menanggapi tekanan tersebut, apakah akan menyesuaikan penampilan karakter atau tetap mempertahankan kebebasan artistik yang telah memikat jutaan mata.
Secara keseluruhan, kasus jenderal makeup menjadi contoh konkret bagaimana media, budaya, dan kebijakan dapat berinteraksi secara dinamis, memicu perdebatan yang melampaui sekadar hiburan dan masuk ke ranah identitas nasional serta persepsi publik tentang nilai-nilai militer.