Stephon Castle Bintang Bersinar, 33 Poin Bawa Spurs Menang di Game 3 Playoff
Berita Pilihan 26 April 2026 – San Antonio Spurs berhasil meraih kemenangan penting pada Game 3 babak pertama playoff melawan Portland Trail Blazers dengan skor 120-108 di Moda Center. Keberhasilan ini diraih tanpa kehadiran bintang tim, Victor Wembanyama, yang masih menjalani protokol pemulihan setelah cedera kepala pada pertandingan sebelumnya.
Stephon Castle, penerima penghargaan NBA Rookie of the Year, tampil luar biasa dengan mencetak 33 poin, lima assist, dan satu steal. Ia menembak dengan efisiensi tinggi, 10 dari 18 tembakan dari lapangan dan tiga dari empat tembakan tiga angka. Penampilan ini menegaskan perannya sebagai pemimpin baru dalam skuad Spurs.
Sementara itu, Dylan Harper, pilihan nomor dua keseluruhan pada draft 2025, memberikan kontribusi signifikan dari bangku cadangan. Harper mencatat 27 poin, 10 rebound, dan empat tembakan tiga angka yang akurat (4 dari 5). Kombinasi poin mereka mencapai total 60 poin, menjadikan mereka duo termuda dalam sejarah NBA yang masing-masing mencetak lebih dari 25 poin dalam satu pertandingan playoff.
Rekor tersebut sebelumnya hanya dimiliki oleh Kevin Durant dan Russell Westbrook pada tahun 2010. Dengan pencapaian ini, Castle dan Harper menempatkan diri dalam percabangan prestasi yang sangat eksklusif, menambah nilai historis pada penampilan mereka di panggung playoff.
Setelah pertandingan, Harper mengungkapkan bahwa ia mendapat motivasi dari legenda Spurs, Manu Ginobili, yang kini menjabat sebagai penasihat khusus tim. “Saya bermain di peran yang tidak biasa, namun Ginobili menekankan pentingnya memberi dampak pada setiap kesempatan,” ujar Harper melalui pernyataan yang disampaikan ESPN.
Castle pun memberikan pujian kepada rekannya, menilai Harper sebagai pemain berbakat yang mampu mengisi kekosongan di lini belakang. “Dia sangat berbakat, bermain dengan sangat baik, dan kami tidak mengharapkan kurang dari apa yang ia tunjukkan,” kata Castle dalam wawancara pasca pertandingan.
Kedatangan Castle dan Harper menjadi faktor penentu ketika Spurs harus mengatasi absennya Victor Wembanyama, yang diperkirakan akan kembali pada Game 4. Kedua pemain muda ini menunjukkan kedalaman skuad Spurs serta kemampuan adaptasi dalam situasi krusial.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi ofensif Spurs, dengan persentase tembakan field goal mencapai 52,5% dan tiga angka 57,1%. Pertahanan mereka juga berhasil menahan serangan Blazers, meskipun tim lawan menampilkan usaha keras di kuarter keempat.
Para analis menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari proses pengembangan pemain muda yang konsisten dalam program Spurs. Sistem pelatihan yang menekankan kebugaran mental dan teknis terbukti membuahkan hasil pada tahap playoff.
Game 4 dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu pukul 15:30 ET, dan diharapkan Wembanyama akan kembali ke lapangan. Kehadiran bintang bertubuh 7 kaki 4 inci tersebut dapat mengubah dinamika seri, namun kepercayaan diri Castle dan Harper kini menjadi aset penting bagi tim.
Jika Spurs mampu mempertahankan momentum ini, mereka berpeluang menambah keunggulan seri 2-1 dan mengendalikan alur pertandingan ke babak berikutnya. Sementara itu, Portland Trail Blazers harus mencari solusi cepat untuk menanggapi serangan ganda Castle-Harper yang mematikan.
Secara keseluruhan, penampilan gemilang Stephon Castle dalam pertandingan ini tidak hanya menambah poin bagi tim, tetapi juga menegaskan posisi dirinya sebagai talenta masa depan NBA. Dengan dukungan rekan-rekan seperti Dylan Harper, Spurs berada pada jalur yang tepat untuk melaju lebih jauh dalam playoff musim ini.