Berita Pilihan

Persib Bandung Ditahan Arema di GBLA, Bojan Hodak Akui Jalur Juara Semakin Rumit: Fokus pada Lima Laga Penentu

admin ·
Persib Bandung Ditahan Arema di GBLA, Bojan Hodak Akui Jalur Juara Semakin Rumit: Fokus pada Lima Laga Penentu

Berita Pilihan 25 April 2026 – Persib Bandung kembali menampilkan pertarungan sengit di pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026. Laga berakhir dengan skor imbang 0-0, membuat Maung Bandung tetap berada di puncak klasemen sementara dengan 66 poin, namun selisih tiga poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua.

Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, mengaku kecewa karena timnya tidak mampu memanfaatkan peluang yang melimpah. Dalam wawancara pasca pertandingan, ia menegaskan bahwa meski Persib mencatat 28 tembakan ke arah gawang, tidak ada satu pun yang berhasil menembus jaringan Lucas Frigeri, kiper Arema FC. “Kami memiliki banyak peluang, kami melepaskan 28 tendangan ke gawang tetapi tidak dapat mencetak gol. Tentu ini membuat frustasi,” ujar Hodak.

Baca juga:

Hodak menyoroti beberapa aspek penting dari pertandingan. Dari sisi pertahanan, ia memuji Fitrah Maulana yang berhasil menjaga lini belakang tetap solid, sehingga Arema tidak menciptakan ancaman berarti. “Secara pertahanan kami memainkan permainan yang baik. Saya tidak melihat Arema mendapatkan peluang,” kata pelatih itu.

Namun, lini tengah Persib mengalami kesulitan. Hodak menjelaskan bahwa Arema menerapkan taktik “parkir bus” yang membuat alur permainan menjadi terhambat. “Untuk lini tengah, mereka kesulitan bermain karena lawan melakukan parkir bus,” tambahnya. Hal ini membuat transisi bola ke lini depan menjadi terputus, meskipun tim berhasil mendominasi penguasaan bola sekitar 65 persen.

Lini serang Persib justru menjadi sorotan utama. Meskipun menciptakan puluhan peluang lewat serangan sayap kanan dan kiri, para penyerang belum mampu menyelesaikannya. Bojan menilai bahwa kurangnya ketajaman akhir menjadi faktor utama kegagalan. “Kadang, saat mendapat peluang, maka anda harus bisa mencetak gol. Kami punya beberapa peluang bagus tapi kami tidak bisa mencetak gol,” tegasnya.

Baca juga:

Selain taktik lawan, Hodak juga menyinggung kondisi lapangan GBLA yang menurutnya tidak mendukung. Ia menyebut rumput di stadion sangat buruk, menyulitkan kontrol bola dan pergerakan pemain. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa masalah utama tetap berada pada penyelesaian akhir.

Dengan sisa lima laga lagi, Bojan Hodak menegaskan bahwa Persib Bandung harus memfokuskan diri pada kemenangan di setiap pertandingan. “Kami masih berada di posisi nomor satu. Hanya saja, kami sedikit mempersulit keadaan kami sendiri. Sekarang kami harus fokus ke pertandingan berikutnya. Masih ada lima laga lagi dan kami harus berusaha memenangkan semuanya,” ujar Hodak.

Posisi Persib saat ini masih terancam jika Borneo FC berhasil memenangkan laga mereka melawan Semen Padang pada Sabtu, 25 April 2026. Kemenangan Borneo akan menyamakan poin dan menambah tekanan pada Maung Bandung. Oleh karena itu, strategi Hodak ke depan menitikberatkan pada peningkatan efisiensi di lini depan dan penyesuaian taktik tengah untuk mengatasi pertahanan lawan yang kerap mengadopsi strategi bertahan dalam jumlah pemain penuh.

Baca juga:

Secara keseluruhan, meski hasil imbang ini tidak mengubah posisi puncak Persib Bandung, kegagalan mencetak gol menjadi alarm bagi tim. Bojan Hodak menutup konferensi pers dengan catatan bahwa fokus penuh harus dialihkan ke lima laga penentu yang akan datang, dengan harapan semua peluang dapat berubah menjadi poin penting untuk mengamankan gelar BRI Super League 2025/2026.