Rover NASA Mars Ungkap Formasi ‘Sisik Naga’ Misterius di Permukaan Planet Merah – Temuan yang Mengguncang Ilmu Planet
Berita Pilihan 25 April 2026 – JAKARTA, 24 April 2026 – Tim ilmuwan NASA mengumumkan penemuan mencengangkan dari rover Perseverance yang sedang menjelajahi wilayah Jezero Crater, Mars. Formasi batuan yang terdeteksi menyerupai sisik naga raksasa, menimbulkan pertanyaan baru tentang proses geologi di planet merah.
Penemuan ini pertama kali teridentifikasi pada data citra beresolusi tinggi yang diambil pada tanggal 12 April 2026. Tim visualisasi data mengolah gambar tersebut dengan algoritma pengenalan pola berbasis pembelajaran mesin, yang secara otomatis menandai pola berulang menyerupai sisik melengkung. Setelah diverifikasi secara manual oleh ahli geologi planet, pola tersebut dipastikan merupakan struktur batuan alamiah, bukan artefak kamera.
Menurut Dr. Anita Prasetyo, kepala tim geologi di NASA Center for Mars Exploration, formasi ini kemungkinan terbentuk akibat proses sedimentasi fluida panas yang mengalir melalui retakan batuan purba. “Kombinasi tekanan tinggi, suhu ekstrem, dan cairan mineralik dapat menghasilkan kristal yang berlapis menyerupai sisik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa fenomena serupa pernah tercatat di Bumi, khususnya pada formasi basaltik di Islandia, namun skala dan keunikan pola di Mars belum pernah terlihat sebelumnya.
Rover NASA Mars dilengkapi dengan instrumen spektrometer kimia, yang pada saat ini sedang melakukan analisis komposisi mineral pada formasi tersebut. Hasil awal menunjukkan dominasi mineral silikat dan oksida besi, konsentrasi yang mengindikasikan interaksi antara air cair dan lava basaltik pada masa awal Mars. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengungkap apakah air yang terlibat bersifat sementara atau merupakan bagian dari sistem air yang lebih luas.
Berikut rangkuman temuan utama yang dirilis oleh NASA:
- Formasi sisik naga terletak pada elevasi 2,3 meter di atas permukaan tanah, dengan pola berulang sejajar 30‑45 derajat.
- Ukuran rata‑rata tiap sisik sekitar 15 cm panjang dan 5 cm lebar.
- Komposisi mineral utama: silikat, hematit, dan magnetit.
- Indikasi adanya fluida panas pada era Noachian, sekitar 4,1‑3,7 miliar tahun yang lalu.
Penemuan ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang sejarah geologi Mars, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam pencarian tanda-tanda kehidupan masa lalu. Jika air panas memang pernah mengalir di wilayah tersebut, kondisi tersebut dapat menjadi habitat potensial bagi mikroorganisme sederhana, serupa dengan lingkungan hidrotermal di Bumi.
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa belum ada bukti langsung tentang keberadaan bahan organik pada formasi sisik naga. Analisis lanjutan menggunakan instrumen Raman Spectroscopy dan Scanning Habitable Environments Coupled to Organics Raman spectrometer (SHERLOC) sedang berlangsung untuk mendeteksi jejak organik halus.
Komunitas ilmiah internasional menyambut baik temuan ini. Profesor Liu Wei dari Institut Astronomi, Tsinghua University, menyatakan, “Formasi sisik naga memberi kami petunjuk penting tentang dinamika interior Mars yang belum dipahami sepenuhnya. Ini memperkaya diskusi tentang evolusi planet berbatu di tata surya.”
Sementara itu, NASA berencana mengirimkan rover baru pada misi Artemis III yang dijadwalkan 2029, dengan tujuan mengumpulkan contoh batuan langsung dari formasi tersebut untuk analisis laboratorium di Bumi. Jika berhasil, data tersebut dapat merevolusi pemahaman kita tentang proses pembentukan batuan di planet yang dulu dianggap kering dan tak berpenghuni.
Ke depan, publikasi lengkap hasil penelitian diperkirakan akan muncul dalam jurnal Science pada kuartal ketiga tahun ini, setelah proses peer‑review selesai. Penemuan formasi sisik naga oleh Rover NASA Mars menjadi contoh nyata bagaimana teknologi eksplorasi ruang angkasa terus mendorong batas pengetahuan manusia.