Rosan Roeslani Optimis Investor Makin Yakin Usai Pertemuan Strategis dengan Prabowo di Hambalang
Berita Pilihan 24 April 2026 – Jakarta, 24 April 2026 – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan rasa optimisme yang semakin tinggi setelah bertatap muka secara langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kediaman presiden di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas arah kebijakan investasi, tetapi juga menegaskan langkah percepatan program hilirisasi yang kini dijadwalkan akan diluncurkan di tiga belas lokasi strategis di seluruh nusantara.
Rosan menegaskan bahwa dialog langsung dengan Presiden memberikan kejelasan kebijakan serta memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. “Investasi di Indonesia insya Allah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif,” ujarnya dalam unggahan Instagram resmi yang menampilkan foto pertemuan empat mata dengan Prabowo.
Menurut data yang dilaporkan Rosan pada kuartal I 2026, realisasi penanaman modal di Indonesia mencapai Rp498,79 triliun, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,22 persen. Porsi penanaman modal asing mencatat angka 50,11 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari Singapura (sekitar US$4,6 miliar), Hong Kong (US$2,7 miliar), China (US$2,2 miliar), Amerika Serikat (US$1,7 miliar), dan Jepang (US$1 miliar). Sektor-sektor utama yang menarik minat investor meliputi industri logam dasar, jasa, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Dalam pertemuan yang dihadiri pula oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperluas cakupan hilirisasi tidak hanya pada energi dan mineral, tetapi juga pada sektor pertanian. “Hilirisasi harus menjadi motor penggerak nilai tambah di semua sektor, termasuk pertanian, untuk meningkatkan kemandirian pangan dan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien,” kata Prabowo.
Program hilirisasi yang akan dibangun di tiga belas lokasi mencakup wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun infrastruktur yang siap mendukung produksi nilai tambah. Daftar lokasi meliputi wilayah di Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dengan fokus pada pembangunan pabrik pengolahan, fasilitas logistik, serta pusat penelitian dan pengembangan. Rencana tersebut diharapkan dapat menambah lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan menurunkan ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Rosan Roeslani juga menyampaikan bahwa beberapa calon investor internasional telah menunjukkan minat kuat untuk berinvestasi di proyek-proyek hilirisasi tersebut. Diskusi terkait skema kemudahan perizinan, insentif fiskal, serta jaminan kepastian hukum menjadi agenda penting dalam pertemuan itu. “Kami siap memberikan dukungan penuh, baik dalam hal regulasi maupun fasilitas pendamping, agar investor dapat beroperasi dengan cepat dan efisien,” tambahnya.
Di samping hilirisasi, pertemuan ini juga menyinggung agenda percepatan transformasi digital dalam proses perizinan investasi. Prabowo menginstruksikan agar BKPM memperkuat platform digital Danantara, sehingga pelaku usaha dapat mengakses layanan secara online, mempercepat proses persetujuan, dan meminimalkan birokrasi.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Rosan Roeslani dan Prabowo Subianto menandai titik penting dalam upaya pemerintah memperkuat ekosistem investasi Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang jelas, insentif yang kompetitif, serta fokus pada hilirisasi lintas sektor, diharapkan aliran modal asing akan terus meningkat, memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia.
Ke depan, Rosan berkomitmen untuk terus memantau realisasi investasi serta mengoptimalkan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat. Ia menutup dengan harapan bahwa Indonesia akan menjadi tujuan utama bagi investor global, sekaligus menjadi contoh keberhasilan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan inovasi.