PSG Perpanjang Dominasi di Ligue 1, Sementara Liga 1 Indonesia Siap Bergulir di Musim Akhir
Berita Pilihan 23 April 2026 – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan keunggulannya di Ligue 1 setelah mengalahkan Nantes dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan pekan ke-31. Khvicha Kvaratskhelia menjadi bintang utama dengan dua gol, termasuk satu dari titik penalti pada menit ke-13 dan gol lanjutan setelah jeda babak pertama. Kemenangan ini menambah jarak empat poin antara PSG dan tim peringkat kedua, Lens, dengan empat laga tersisa.
Insiden VAR menjadi bagian penting dalam laga tersebut. Pertama, wasit memberikan penalti kepada PSG setelah VAR menilai bahwa bek Nantes, Frédéric Guilbert, melakukan handball saat bersentuhan dengan sundulan Marquinhos. Kedua, gol Louis Leroux sempat dipertanyakan karena VAR menolak keputusan offside, sehingga gol tersebut dibatalkan. Di menit ke-37, Desiré Doué mencetak gol tunggal yang memanfaatkan umpan cerdas dari Achraf Hakimi, namun gol tersebut tetap sah dan menambah tekanan pada lini pertahanan Nantes.
Suasana di stadion tidak sepenuhnya kondusif. Beberapa suporter Nantes mengibarkan spanduk protes yang menyinggung keterlibatan Qatar dalam kepemilikan PSG serta kebijakan Liga Prancis. Spanduk tersebut berhasil dihentikan oleh stewards, namun insiden tersebut menambah ketegangan di antara penonton.
Sementara itu, di Asia, kompetisi BRI Super League (sebutan Liga 1 Indonesia) terus menyajikan aksi menarik menjelang penutupan musim. Pada pekan ke-29, PSM Makassar menghadapi Persik Kediri dalam duel taktis antara pelatih Ahmad Amiruddin dan Marcos Reina. Kedua tim sama-sama mengalami penurunan performa musim ini, sehingga pertandingan menjadi ajang pembuktian strategi masing‑masing caretaker.
Di lain pihak, Malut United yang dipimpin oleh Hendri Susilo menargetkan poin penuh melawan Persebaya Surabaya, sementara Persita Tangerang dan Bali United berjuang mempertahankan posisi di papan atas. Pertarungan antara Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta juga menjadi sorotan, dengan pelatih Paul Munster dan Jean‑Paul van Gastel berusaha mengendalikan dinamika tim masing‑masing.
Berita lain yang mencuri perhatian adalah kembalinya Marselino Ferdinan ke lapangan setelah cedera hamstring yang lama mengurungkan niatnya. Pemain muda tersebut kini siap kembali bersaing bersama AS Trenčín di Eropa, menambah harapan bagi timnas Indonesia di kompetisi internasional yang akan datang.
Di panggung global, PSG kini bersiap menghadapi Bayern Munich di semifinal Liga Champions. Pertandingan pertama dijadwalkan di Paris pada Selasa mendatang, menambah beban jadwal bagi skuad yang juga harus mempertahankan posisi puncak di Ligue 1.
Secara statistik, PSG mencatat rata‑rata kepemilikan bola 58% selama pertandingan melawan Nantes, dengan total tembakan ke arah gawang sebanyak 14 kali, tiga di antaranya menghasilkan gol. Sementara Nantes hanya mampu menguasai bola 42% dan menciptakan lima peluang, tanpa berhasil mencetak gol.
Di Indonesia, klasemen BRI Super League pekan ke-29 menunjukkan persaingan ketat di antara tim‑tim papan atas. Persib Bandung berhasil mengalahkan Persiraja 3-1, namun masih harus berjuang mengamankan tempat di zona aman menjelang lima laga terakhir. Sementara itu, tim‑tim seperti Madura United dan Persebaya Surabaya berusaha memperpanjang momentum positif mereka.
Dengan dinamika yang terjadi baik di Ligue 1 maupun Liga 1 Indonesia, para pengamat memperkirakan persaingan akan semakin ketat menjelang akhir musim. Di Prancis, PSG bertekad mempertahankan gelar juara, sementara di Indonesia, beberapa tim berupaya mengakhiri musim dengan posisi terbaik untuk mengamankan slot kompetisi Asia berikutnya.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga cermin dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang melingkupi dunia olahraga. Baik di Eropa maupun di Asia, para pemain, pelatih, dan suporter terus menulis babak baru yang penuh tantangan dan harapan.