Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Siap Guncang Madrid Open: Debut Ganda Putri yang Menjanjikan
Berita Pilihan 23 April 2026 – Madrid, 22 April 2026 – Turnamen bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026 menjadi saksi pertama Janice Tjen menapaki tanah liat merah bersama Aldila Sutjiadi di kategori ganda putri. Kedua petenis Indonesia, yang kini menempati peringkat 39 dan 48 dunia, menatap peluang besar untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di panggung internasional.
Duet Janice/Aldila bukan pasangan baru. Mereka berhasil merebut gelar di WTA 250 Chennai Open 2025, menampilkan chemistry yang solid dan strategi permainan yang saling melengkapi. Keberhasilan tersebut menjadi modal utama menjelang Madrid, di mana mereka akan menghadapi pasangan kombinasi Ukraina-Denmark, Martha Kostyuk dan Clara Tauson, pada babak pertama.
Jadwal resmi mengungkapkan bahwa pertandingan pertama mereka dijadwalkan pada Kamis, sekitar pukul 18.20 WIB, di arena legendaris La Caja Magica. Meskipun di Charleston Open 2026 pasangan ini terhenti di babak awal, pengalaman pada permukaan green clay di Amerika Serikat diharapkan memberi mereka adaptasi awal sebelum menapaki red clay yang lebih berat.
Di nomor tunggal, Janice Tjen mengalami pergantian lawan mendadak. Awalnya dijadwalkan melawan unggulan ke-33 Maria Sakkari, namun setelah mundurnya Ekaterina Alexandrova, Sakkari naik ke posisi unggulan utama. Akibatnya, Janice bertemu petenis Rusia Alina Charaeva (peringkat 129 WTA) pada laga pembuka. Pertandingan tersebut berlangsung di La Caja Magica dan berakhir dengan kemenangan Janice Tjen, menandai penampilan pertama Indonesia yang berhasil menembus babak kedua di turnamen ini.
Meski memiliki potensi, Janice Tjen belum mengantongi kemenangan dalam empat turnamen terakhir, termasuk Indian Wells, Miami Open, Charleston Open, dan Rouen Open yang terpaksa ditinggalkan karena cedera. Namun, performa gemilang pada Middle‑East Swing (Abu Dhabi, Qatar, Dubai) yang mengantarkannya masuk 40 besar dunia menjadi bukti kemampuan yang masih dapat dioptimalkan.
- Latihan intensif di lapangan tanah liat Jakarta selama empat hari sebelum keberangkatan.
- Penyesuaian terhadap altitude Madrid yang memengaruhi kecepatan bola.
- Pengalaman sebelumnya di turnamen WTA 250 Charleston pada green clay.
Aldila Sutjiadi menegaskan tidak ada kesulitan berarti dalam beradaptasi dengan red clay. “Kami sudah berlatih di Jakarta dan memahami karakteristik tanah liat merah, sehingga penyesuaian di Madrid lebih pada mengatasi altitude,” ujarnya melalui pesan singkat.
Antisipasi publik Indonesia sangat tinggi. Setelah keberhasilan tim Indonesia di play‑off qualifier Piala Billie Jean King (BJK) di New Delhi, harapan kini tertuju pada Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi untuk menorehkan prestasi serupa di level WTA 1000. Keberhasilan mereka tidak hanya meningkatkan ranking pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di peta tenis dunia.
Dengan kombinasi pengalaman ganda, persiapan fisik yang matang, dan dukungan seluruh komunitas tenis tanah air, duo ini diharapkan dapat mengatasi tantangan awal dan melaju ke babak selanjutnya. Penampilan mereka di Madrid Open 2026 akan menjadi tolok ukur kebangkitan tenis Indonesia pada musim tanah liat mendatang.