Atletico Madrid Terpuruk di Elche: Dampak Rotasi Simeone Menjelang Semifinal UCL
Berita Pilihan 23 April 2026 – Atletico Madrid kembali mengalami kegagalan di La Liga setelah harus menelan kekalahan 3-2 dari Elche pada laga pekan ke-34. Kemenangan kandang Elche menambah daftar kekalahan beruntun tim asuhan Diego Simeone, menjadikan mereka mengalami empat kekalahan beruntun di kompetisi domestik dan tujuh kali kalah dalam delapan pertemuan terakhir di semua kompetisi.
Pelatih asal Argentina itu memutuskan untuk merotasi hampir seluruh skuadnya, memberikan istirahat kepada pemain kunci seperti Julián Álvarez, Ademola Lookman, Marcos Llorente, Matteo Ruggeri, Alexander Sørloth, dan kapten Koke. Rotasi tersebut dilakukan menjelang semifinal Champions League melawan Arsenal yang dijadwalkan pada minggu depan. Keputusan tersebut memang dipahami mengingat beban pertandingan, namun hasil buruk di lapangan menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman skuad dan kesiapan mental tim.
Di sisi positif, beberapa pemain muda dan cadangan menunjukkan performa menjanjikan. Pablo Barrios kembali tampil setelah absen sejak 10 Maret, sementara Nico González mencetak dua gol (brace) yang menjadi sorotan. González, yang biasanya bermain di sayap kiri, dipindahkan ke sayap kanan dan berhasil memanfaatkan ruang dengan serangan solo yang memukau. Selain itu, Obed Vargas serta produk akademi Julio Díaz dan Javier Boñar memberikan kontribusi yang patut diapresiasi.
Sayangnya, kekurangan defensif tetap menjadi catatan hitam. Thiago Almada mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti, memberikan Elche peluang penalti yang dimanfaatkan André Silva dengan tegas. Alex Baena, yang dibeli dengan nilai tinggi dari Villarreal, masih belum memberikan kontribusi gol atau assist dalam 12 penampilan terakhirnya, menambah beban kritik pada pemain berposisi tengah ini.
Hasil ini juga menambah beban psikologis menjelang laga penting di ajang Champions League. Atletico Madrid kini harus menyiapkan diri untuk menghadapi Arsenal dalam semifinal pertama, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menjadi ujian besar bagi strategi Simeone. Sementara itu, kompetisi Copa del Rey yang dijadwalkan seminggu lagi menjadi tantangan tambahan, mengingat tim-tim besar Spanyol lain juga merasakan dampak kelelahan setelah jadwal padat.
Para analis sepak bola menilai bahwa fokus penuh Atletico Madrid pada UCL memang berisiko, terutama ketika performa di liga domestik menurun. Keberhasilan di panggung Eropa dapat menutupi kegagalan lokal, namun ketidakstabilan di La Liga dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain dalam pertandingan lintas benua.
Ke depan, Simeone diperkirakan akan kembali menurunkan formasi yang lebih kuat di kompetisi domestik, sambil tetap menjaga kebugaran pemain utama menjelang fase knockout UCL. Pengelolaan rotasi yang lebih cermat, terutama dalam menghindari kartu merah dan cedera, menjadi kunci agar Atletico Madrid dapat bangkit kembali dan menutup musim dengan catatan yang lebih positif.
Dengan tekanan yang terus meningkat, para pendukung Atletico Madrid berharap tim kesayangan dapat menemukan keseimbangan antara ambisi Eropa dan kebutuhan untuk meraih poin penting di La Liga. Hanya waktu yang akan menjawab apakah strategi “bet it all on the UCL” akan membuahkan hasil atau justru menambah beban pada skuad yang sudah lelah.