Antonio Conte di Persimpangan Karier: Dari Napoli ke Roma, Apa Selanjutnya?
Berita Pilihan 24 April 2026 – Antonio Conte kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah menuntaskan dua musim penuh tantangan bersama Napoli. Meski masih terikat kontrak satu tahun lagi dengan klub De Laurentiis, muncul spekulasi kuat bahwa sang pelatih akan meninggalkan kota selatan untuk mengemban tugas di Roma, sebuah klub yang kini berada dalam ketegangan antara pelatih Massimo Gasperini dan Claudio Ranieri.
Perpindahan yang dibicarakan bukan sekadar perubahan klub, melainkan sebuah langkah strategis yang dapat mengubah dinamika Serie A menjelang akhir musim 2025/2026. Kontroversi di Trigoria semakin memanas, mengingat hubungan yang tegang antara Gasperini dan Ranieri serta ketidakpastian masa depan klub. Dalam skenario terburuk, salah satu dari keduanya dapat mengundurkan diri, membuka peluang bagi Conte untuk mengambil alih kursi kepelatihan Roma.
Sementara itu, Napoli berada di posisi yang tidak menentu. Tim Conte berada di urutan kedua klasemen, namun selisih tiga poin dengan Juventus yang menempati posisi keempat menjadikan setiap pertandingan krusial. Pertandingan melawan Cremonese menjadi ujian penting; kemenangan diperlukan untuk mengamankan tiket Liga Champions, sementara kekalahan atau seri berpotensi menggerus peluang mereka.
Formasi yang dipilih Conte dalam pertandingan melawan Cremonese tetap mengedepankan pola 3‑4‑2‑1, dengan lini belakang tiga terdiri dari Sam Beukema, Alessandro Buongiorno, dan Mathias Olivera. Sayap dipegang oleh Matteo Politano dan Leonardo Spinazzola, sementara lini tengah diatur oleh Andre‑Frank Zambo Anguissa dan Stanislav Lobotka. Duo penyerang Rasmus Højlund dan Romelu Lukaku (yang absen pada laga tersebut) menjadi ancaman utama bagi lawan.
Keputusan Conte untuk tetap menggunakan gaya bermain yang mengutamakan intensitas tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat terbukti efektif pada lima kemenangan beruntun yang membawa Napoli kembali ke posisi terdepan. Namun, dua kekalahan berurutan, termasuk 2‑0 dari Lazio, menyoroti kerentanan tim terutama pada fase pertahanan.
Sejarah panjang Conte di Serie A menambah bobot spekulasi ini. Ia merupakan satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan Scudetto dengan tiga klub berbeda: Juventus, Inter Milan, dan Napoli. Keberhasilan tersebut menjadikannya figur yang sangat diincar, tidak hanya oleh klub Italia tetapi juga oleh timnas nasional Italia yang sedang mencari sosok pengganti setelah era Mancini berakhir.
Selain peluang di Roma, nama Conte juga sempat disebut dalam perbincangan terkait posisi kepelatihan timnas Italia. Pengalaman internasionalnya, termasuk memimpin Italia di Piala Dunia 2018, menambah kredibilitasnya sebagai kandidat utama. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada dinamika internal klub serta ambisi pribadi Conte untuk kembali berkompetisi di level tertinggi.
Di sisi lain, perjalanan Conte di Chelsea selama 2016‑2018 tetap menjadi catatan penting dalam kariernya. Di Stamford Bridge, ia berhasil mengangkat klub menjadi juara Liga Inggris pada musim pertama, menandai era dominasi taktiknya yang menggabungkan kekuatan fisik dan disiplin taktis. Kesuksesan tersebut mengukir nama Conte sebagai pelatih yang mampu beradaptasi dengan budaya klub yang berbeda, baik di Italia maupun Inggris.
Berikut rangkuman prestasi utama Antonio Conte hingga saat ini:
- Empat gelar Serie A (dua dengan Juventus, satu dengan Inter Milan, satu dengan Napoli).
- Juara Liga Inggris 2016/2017 bersama Chelsea.
- Juara Liga Europa 2018/2019 bersama Chelsea.
- Juara Piala Italia 2020/2021 bersama Napoli.
- Penghargaan Pelatih Terbaik Serie A 2017, 2020, 2022.
Apabila Conte memutuskan untuk bergabung dengan Roma, tantangan berikutnya adalah menata kembali skuad yang tengah berada di zona menengah klasemen dan menstabilkan situasi internal klub. Dengan filosofi permainan yang menuntut kedisiplinan tinggi, harapan bagi Roma untuk kembali bersaing di papan atas Serie A menjadi realistis.
Di luar lapangan, keputusan Conte akan memengaruhi pasar transfer, mengingat ia dikenal aktif dalam merombak skuad sesuai taktiknya. Potensi masuknya pemain-pemain baru ke Roma dapat mengubah dinamika pasar Serie A menjelang jendela transfer musim panas.
Secara keseluruhan, Antonio Conte berada pada persimpangan karier yang krusial. Pilihan antara tetap berjuang bersama Napoli, mengambil tantangan baru di Roma, atau mengincar posisi kepelatihan timnas Italia akan menentukan babak selanjutnya dalam legenda sang taktolog Italia.