Vedat Muriqi Menantang Mbappé: Rekor Gol Baru Mallorca di Pichichi La Liga 2026
Berita Pilihan 22 April 2026 – Vedat Muriqi, penyerang berusia 31 tahun asal Kosovo, kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia setelah mencatat rekor gol terbanyak dalam sejarah RCD Mallorca di Liga Spanyol. Pada 12 April 2026, Muriqi mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 melawan Rayo Vallecano, menjadikannya pencetak gol terbanyak Mallorca dengan total 55 gol, melampaui legenda Samuel Eto’o.
Prestasi tersebut tidak hanya menambah catatan pribadi sang pemain, tetapi juga menempatkannya dalam persaingan ketat dengan Kylian Mbappé dari Real Madrid untuk meraih trofi Pichichi, penghargaan bagi pencetak gol terbanyak La Liga. Menurut data yang dirilis L’Équipe, setelah 31 putaran, Mbappé mencetak 23 gol sementara Muriqi berada di posisi kedua dengan 21 gol, selisih hanya dua gol. Jika gol hasil penalti dikecualikan, Muriqi berpeluang menyalip sang rekan Prancis.
Statistik Muriqi selama musim ini sangat mengesankan: ia menyumbang 54% dari total gol Mallorca, membantu tim yang berada di posisi ke-15 bertahan dari zona degradasi. Kontribusinya juga menghasilkan 10 poin penting bagi klub, yang pada akhirnya berhasil mengamankan tempat di La Liga untuk musim berikutnya.
- Gol total di La Liga musim 2025/2026: 55 (rekor klub)
- Poin kontribusi untuk Mallorca: 10
- Persentase gol tim: 54%
- Peringkat Pichichi (tanpa penalti): 2nd
Pelatih tim asisten Kosovo, Sébastien Bichard, memuji karakteristik Muriqi sebagai striker klasik: fisik kuat, pergerakan cerdas, dan penyelesaian akhir yang tanpa ampun. “Dia adalah tipe penyerang yang tidak takut bersaing secara fisik dan selalu berada di posisi yang tepat,” ujar Bichard dalam sebuah wawancara.
Karier Muriqi memang tidak mudah. Ia memulai perjalanan profesionalnya di Albania, kemudian melanjutkan ke Turki bersama Giresunspor, Rizespor, dan Fenerbahçe sebelum mengalami kegagalan singkat di Lazio. Namun, keberadaannya di Mallorca membuktikan bahwa pemain dapat menemukan puncak karier di usia 30-an, serupa dengan contoh Ante Budimir di Osasuna.
Di level internasional, Muriqi adalah ikon nasional Kosovo. Dengan 68 kali penampilan dan 32 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas Kosovo, berdampingan dengan pemain-pemain generasi baru seperti Amir Rrahmani, Milot Rashica, dan Edon Zhegrova. Meskipun tim Kosovo mengalami kekalahan 1-0 melawan Turki pada play‑off 31 Maret, Muriqi tetap menunjukkan semangat juang dengan menangis di lapangan, menegaskan betapa pentingnya peranannya bagi negara.
Pertarungan antara Muriqi dan Mbappé tidak hanya menjadi sorotan di Spanyol, tetapi juga di panggung Eropa. Jika Muriqi berhasil mengalahkan Mbappé, ia tidak hanya akan mengamankan Pichichi, tetapi juga meningkatkan peluangnya untuk bersaing dalam perburuan European Golden Shoe, walaupun Harry Kane masih memimpin dengan 32 gol.
Berikut ringkasan statistik perbandingan antara Muriqi dan Mbappé pada fase akhir musim:
| Pemain | Gol La Liga | Gol Tanpa Penalti | Poin Kontribusi |
|---|---|---|---|
| Kylian Mbappé (Real Madrid) | 23 | 20 | 12 |
| Vedat Muriqi (Mallorca) | 21 | 21 | 10 |
Dengan sisa tujuh pekan pertandingan, persaingan ini masih terbuka lebar. Kedua pemain memiliki jadwal yang cukup menguntungkan, namun faktor cedera dan rotasi skuad dapat memengaruhi hasil akhir. Bagi Mallorca, keberhasilan Muriqi tidak hanya berarti trofi pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi sebuah klub yang berjuang keras untuk bertahan di level tertinggi kompetisi Spanyol.
Secara keseluruhan, perjalanan Vedat Muriqi selama musim 2025/2026 mencerminkan kombinasi ketekunan, kualitas teknis, dan keberanian mental. Jika ia berhasil mengalahkan Mbappé, kisahnya akan menjadi contoh inspiratif bagi banyak pemain yang percaya bahwa puncak karier dapat diraih kapan saja, asalkan kerja keras dan dedikasi tidak pernah padam.