Berita Pilihan

Pemkot Jakarta Selatan Tangkap & Musnahkan Ikan Sapu-sapu Sesuai Saran MUI: Upaya Kontrol Invasif yang Etis

admin ·
Pemkot Jakarta Selatan Tangkap & Musnahkan Ikan Sapu-sapu Sesuai Saran MUI: Upaya Kontrol Invasif yang Etis

Berita Pilihan 22 April 2026 – Pemerintah Kota Jakarta Selatan kembali meluncurkan operasi penangkapan massal ikan sapu-sapu di wilayah Setu Babakan, Jagakarsa, menyusul kritik publik terkait metode pemusnahan sebelumnya. Wali Kota Muhammad Anwar menegaskan bahwa prosedur kini telah disesuaikan dengan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga semua ikan dipastikan mati sebelum proses penguburan massal.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Pramono Anung yang menyoroti dampak negatif spesies invasif terhadap ekosistem sungai. Ikan sapu-sapu diketahui memangsa telur ikan lokal, menyebabkan penurunan populasi ikan asli dan mengganggu keseimbangan biologis. Menurut data resmi, operasi terbaru menargetkan penangkapan sekitar lima ton ikan, dengan catatan sebelumnya mencapai 5,3 ton dalam satu hari.

Baca juga:

Berikut ringkasan hasil penangkapan dalam tiga operasi utama yang dilakukan pada bulan April 2026:

Lokasi Jumlah Ekor Berat (ton)
Setu Babakan, Jagakarsa ~5.000 5,0
Kali Semanan, Taman Semanan Indah 68.800 6,98
Berbagai titik sungai Jakarta ~5.300 5,3

Selain aspek kuantitatif, kebijakan ini mendapat sorotan dari MUI melalui KH Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa. Ia menegaskan bahwa metode pemusnahan harus menghindari penderitaan pada hewan, mengacu pada prinsip “rahmatan lil alamin” dan kesejahteraan hewan dalam ajaran Islam. MUI mengakui bahwa pengendalian ikan sapu-sapu termasuk dalam kategori “dharuriyyat ekologis modern” yang dapat dibenarkan bila tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga:

Di sisi lain, pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) – Triyanto – memperingatkan risiko bioakumulasi logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar. Menurutnya, proses bioakumulasi terjadi secara perlahan melalui konsumsi detritus yang mengandung polutan, sehingga daging ikan dapat menjadi ancaman kesehatan bila masuk ke rantai makanan manusia atau ternak. Oleh karena itu, pemusnahan massal melalui penguburan dipandang tepat untuk memutus alur kontaminasi.

Reaksi masyarakat beragam. Sebagian warga menyambut baik langkah pemerintah, menilai kontrol spesies invasif lebih penting daripada memperdebatkan metode. Seorang warga setempat mengatakan, “Kami mendukung upaya ini karena dapat melindungi ikan lokal yang semakin berkurang.” Namun, kelompok pecinta hewan tetap menuntut transparansi dan penggunaan metode yang lebih humanis, seperti pemusnahan dengan anestesi sebelum penguburan.

Baca juga:

Pemerintah berencana menjadikan operasi penangkapan ini rutin, minimal dua kali seminggu, dengan fokus pada daerah hulu sungai untuk menurunkan populasi ikan sapu-sapu sebelum menyebar ke hilir. Target jangka panjang adalah menurunkan jumlah ikan invasif secara signifikan, memperbaiki kualitas air, dan memulihkan habitat ikan asli.

Keseluruhan, kebijakan penangkapan dan pemusnahan ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan kini berada pada titik keseimbangan antara efektivitas pengendalian lingkungan dan kepatuhan pada standar etika agama. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau dampak program serta menyesuaikan prosedur bila diperlukan, demi menjaga kesehatan ekosistem perairan dan keselamatan publik.