Berita Pilihan

One Last Dance Keponakan Jusuf Kalla Siapkan Langkah Besar di HIPMI 2026-2029

admin ·
One Last Dance Keponakan Jusuf Kalla Siapkan Langkah Besar di HIPMI 2026-2029

Berita Pilihan 22 April 2026 – Keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang akrab disapa “One Last Dance“, menorehkan langkah strategis dengan mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum HIPMI periode 2026-2029. Langkah ini menarik perhatian kalangan bisnis muda serta pengamat politik nasional, mengingat latar belakang keluarga Kalla yang sudah lama berkiprah di arena ekonomi dan politik Indonesia.

Dalam sebuah rapat internal yang diadakan di Jakarta, calon kandidat tersebut memaparkan visi dan misinya secara terperinci. Ia menekankan pentingnya inovasi digital, penguatan jaringan usaha lintas sektoral, serta pembinaan kepemimpinan generasi muda. Menurutnya, HIPMI harus menjadi katalisator bagi startup serta usaha kecil menengah (UKM) yang ingin bertransformasi menjadi pemain global.

Baca juga:

Berikut poin utama yang diangkat dalam presentasi “One Last Dance”:

  • Digitalisasi Anggota: Penerapan platform daring untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pelatihan, serta akses pasar internasional.
  • Kolaborasi dengan Pemerintah: Pengembangan kebijakan yang mendukung pembiayaan mikro, insentif pajak, dan kemudahan perizinan bagi wirausahawan muda.
  • Ekspansi Regional: Membuka kantor cabang HIPMI di kota-kota besar Asia Tenggara guna memperluas jaringan bisnis.

Tak hanya itu, kandidat juga menyoroti peran strategis wanita dalam dunia wirausaha. Ia berjanji akan meningkatkan proporsi anggota wanita di tingkat kepengurusan serta mendirikan program mentorship khusus bagi perempuan pengusaha.

Reaksi dari kalangan internal HIPMI beragam. Sebagian besar anggota menyambut baik agenda reformasi yang diusung, mengingat kebutuhan adaptasi cepat terhadap dinamika pasar global. Namun, ada pula suara kritis yang menilai bahwa latar belakang politik keluarga dapat mempengaruhi independensi organisasi.

Baca juga:

Pengamat politik, Dr. Ahmad Rizal, mengungkapkan bahwa pencalonan “One Last Dance” mencerminkan strategi politik jangka panjang bagi keluarga Kalla. “Dengan menempatkan figur muda yang berhubungan erat dengan jaringan politik, mereka dapat memperkuat pengaruh dalam kebijakan ekonomi nasional,” ujar Rizal.

Di sisi lain, para pengusaha muda menilai bahwa kepemimpinan baru ini dapat membuka peluang investasi baru. Salah satu anggota HIPMI, Rina Sari, mengatakan, “Jika visi digitalisasi dan kolaborasi yang diusulkan terealisasi, kami akan lebih mudah mengakses modal dan pasar internasional.”

Proses pemilihan Ketua Umum HIPMI akan dilaksanakan pada Kongres Nasional yang dijadwalkan pada akhir tahun 2025. Pada saat itu, anggota akan memberikan suara melalui sistem voting elektronik yang transparan. Kandidat lain yang turut bersaing meliputi tokoh-tokoh veteran organisasi serta pendiri startup yang telah sukses.

Baca juga:

Jika terpilih, “One Last Dance” berencana menggelar serangkaian program pelatihan intensif, termasuk bootcamp teknologi, forum investasi, serta kunjungan studi ke pusat inovasi di luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi anggota serta mempercepat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pencalonan keponakan Jusuf Kalla menandai fase baru dalam dinamika kepengurusan HIPMI. Dengan mengusung agenda modernisasi dan inklusivitas, ia berpotensi mengubah arah organisasi menjadi lebih relevan di era ekonomi digital.